Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita BanjarMinyak Goreng Mendadak Langka di Kota Banjar, Apa Penyebabnya?

Minyak Goreng Mendadak Langka di Kota Banjar, Apa Penyebabnya?

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),– Minyak goreng mendadak langka di pasaran Kota Banjar, Jawa Barat. Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kota Banjar menelusuri penyebab terjadinya kelangkaan minyak goreng tersebut di pasar tradisional dan pasar modern.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar, Edi Herdianto, mengatakan, pihaknya telah melakukan penelusuran di lapangan.

Dari hasil penelusuran tersebut, untuk ketersediaan minyak goreng di pasar di sejumlah retail modern memang terjadi kelangkaan barang.

“Kami tadi cek di lapangan memang untuk minyak goreng di retail modern itu sekarang lagi sulit. Kalau di pasar tradisional besok baru kami lakukan pemantauan,” kata Edi Herdianto kepada HR Online, Rabu (2/1/2022).

Baca Juga: Tak Ada Minyak Rp 11.500 di Pasar Banjar, Barangnya Sulit Dicari

Edi menjelaskan, faktor penyebab minyak goreng mendadak langka tersebut karena banyaknya permintaan konsumen. Sementara stok barang yang tersedia terbatas.

Terkait kemungkinan adanya penimbunan barang menurutnya hal itu belum bisa dipastikan namun yang jelas stok barang yang tersedia sekarang terbatas.

“Kami sudah cek retail modern memang terjadi kelangkaannya. Informasinya hari ini juga ada droping pasokan minyak goreng untuk penambahan stok,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, terkait penetapan harga eceran tertinggi (HET) terbaru minyak goreng di pasar tradisional pihaknya sudah menerima edaran resmi dari Kementerian Perdagangan.

Akan tetapi, untuk penerapan di lapangan memang masih perlu dilakukan pertimbangan dan persiapan matang seperti memastikan sudah adanya subsidi minyak goreng tersebut.

Sehingga, ketika diberlakukan tidak ada salah satu pihak yang dirugikan maupun merasa keberatan dengan adanya kebijakan tersebut.

“Kami memaklumi karena kondisinya juga sekarang barang lagi sulit. Kan tidak mungkin juga memaksakan pedagang menjual harga murah tapi mereka malah rugi,” ujar Edi.

“Lebih jelasnya kita tunggu saja nanti edaran terbaru dari Kemendag,” imbuhhya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)