Selasa, November 29, 2022
BerandaBerita TerbaruPerbedaan Asteroid dan Meteor, Batu Luar Angkasa yang Sangat Mirip

Perbedaan Asteroid dan Meteor, Batu Luar Angkasa yang Sangat Mirip

Perbedaan asteroid dan meteor seringkali membingungkan orang awam. Tidak jarang orang yang menganggap keduanya sama.

Pada dasarnya memang asteroid dan meteor adalah dua benda luar angkasa yang memiliki bentuk dan tekstur seperti batu.

Meski keduanya memiliki bentuk dan tekstur yang mirip, namun sebenarnya sangat berbeda. Asteroid memiliki nama lain planet minor dengan ukuran yang cukup besar. Sedangkan meteor merupakan serpihan dari meteorit yang jatuh ke Bumi.

Hati-Hati! Ini Dia Perbedaan Asteroid dan Meteor

Banyak sekali benda yang ada di luar angkasa. Mulai dari planet, bintang, bulan, dan lain sebagainya.

Anda mungkin juga sering mendengar istilah meteor, meteoroid, maupun meteorit. Benda tersebut sebenarnya sama, hanya namanya saja yang berbeda.

Baca Juga: Perbedaan Waktu Bumi dan Luar Angkasa di Planet Tata Surya, Ini Dia!

Meteor juga seringkali disalahartikan sebagai kembaran asteroid. Padahal, keduanya sangatlah berbeda. Asteroid berukuran jauh lebih besar daripada meteor.

Karena pada dasarnya, meteor hanyalah sebagian kecil dari meteoroid yang masuk ke Bumi. Sedangkan asteroid, ukurannya sangatlah besar.

Bukti-bukti kejatuhan dari asteroid ke Bumi sudah berusia jutaan tahun lalu. Berbeda dengan meteor yang seringkali jatuh ke Bumi dan tidak menghasilkan bencana kepunahan.

Oleh karena itu, perbedaan asteroid dan meteor yang paling mudah Anda temui adalah ukurannya.

Pengertian Asteroid

Seperti yang sudah dibahas di atas, asteroid adalah benda yang berupa batuan. Asteroid memiliki julukan planet minor karena mengorbit Matahari.

Ukuran dari asteroid juga masih lebih kecil dari planet, namun jauh lebih besar untuk benda ukuran kerikil luar angkasa yang biasa disebut meteorit.

Menurut NASA, sebagian besar asteroid yang ada di tata surya kita terletak di wilayah antara Mars dan Jupiter. Terdapat jutaan asteroid di sana yang menjadikannya memiliki julukan daerah sabuk asteroid.

Baca Juga: Inti Bumi Mendingin Lebih Cepat, Berdampak pada Kehidupan?

Meski begitu, asteroid juga banyak yang berpindah lokasi. Misalnya, beberapa asteroid bisa mengorbit Matahari. Jalur orbit mereka biasanya yang membawa asteroid sampai di dekat Bumi.

Karena ukurannya yang besar inilah, jatuhnya asteroid ke Bumi sama saja dengan bencana besar. Para peneliti sudah menemukan beberapa bukti jatuhnya steroid ratusan juta tahun lalu.

Bahkan, jatuhnya asteroid ini menjadi salah satu penyebab musnahnya kehidupan purba, seperti dinosaurus.

Asteroid yang jatuh miliaran tahun lalu tersebut meninggalkan objek berupa kawah yang menjadi bukti seberapa dahsyat kejatuhannya saat itu.

Kawah-kawah tersebut berukuran puluhan kilometer. Bisa bayangkan seberapa besar batu yang jatuh?

Pengertian Meteor

Untuk mengetahui perbedaan asteroid dan meteor tentu tidak cukup hanya dengan mempelajari asteroid.

Baca Juga: Bintang Tercantik di Alam Semesta Dengan Cahaya Paling Terang

Meteor adalah serpihan dari asteroid yang masuk ke dalam atmosfer Bumi. Berbeda dengan asteroid, meteor seringkali masuk ke Bumi dalam skala rendah.

Jatuhnya meteor cenderung tidak akan membahayakan kehidupan. Meteor yang masuk dan terbakar di dalam atmosfer akan terlihat seperti halnya kilatan cahaya.

Jika Anda melihat ‘bintang jatuh’ di langit malam, itu bukanlah bintang sungguhan, melainkan meteor bergerak di atmosfer.

Akan tetapi, tentu ada juga meteor yang tidak terbakar sempurna di atmosfer dan jatuh ke permukaan Bumi.

Biasanya meteor ini akan berupa batu panas dan memberikan sisa-sisa kejatuhan akibat kecepatannya yang luar biasa.

Meteor dan meteorit sebenarnya sama. Meteorid akan menjadi meteor apabila berhasil masuk ke dalam atmosfer Bumi dan sampai ke permukaan.

Johnson Space Center NASA bahkan memiliki banyak koleksi meteor yang berasal dari berbagai lokasi di permukaan Bumi.

Meteor bahkan merupakan objek penelitian yang paling baik untuk mengetahui asal-usul pembentukan alam semesta.

Hal itu karena meteor berasal dari sisa-sisa pembentukan alam semesta hampir 4,6 miliar tahun yang lalu.

Sebab itulah, jatuhnya meteorit ke muka Bumi seringkali dijadikan objek penelitian dekat yang juga menjadi perbedaan asteroid dan meteor lainnya. Penelitian asteroid ini hanya dapat dilakukan dari jarak jauh.

Peristiwa jatuhnya meteor juga pernah terjadi di Indonesia pada beberapa tahun lalu. Pada saat itu, meteor jatuh ke salah satu rumah warga sehingga menghancurkannya.

Sebenarnya, perbedaan asteroid dan meteor dapat dengan mudah Anda ketahui melalui ukuran keduanya. Mustahil asteroid akan jatuh ke Bumi, namun serpihan mereka yang berhasil masuk ke dalam atmosfer tersebutlah bernama meteor. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)