Rabu, Agustus 17, 2022
BerandaBerita TerbaruPlanet Berwarna Biru di Tata Surya, Uranus dan Neptunus Si Raksasa Es

Planet Berwarna Biru di Tata Surya, Uranus dan Neptunus Si Raksasa Es

Planet berwarna biru yang paling terkenal adalah Neptunus dan Uranus. Keduanya memiliki pola rotasi yang mirip dengan Bumi, yaitu berputar mengelilingi Matahari.

Warna biru pada kedua planet ini berkaitan dengan julukan planet es yang Uranus dan Neptunus miliki.

Baca Juga: Proses Terbentuknya Awan Cumulonimbus, Penyebab Badai dan Petir

Suhunya yang rendah membuat kedua planet Bima Sakti ini dipenuhi oleh bongkahan es. Jauh dari Matahari, membuat Uranus dan Neptunus menjadi dunia gelap yang dingin.

Ini Dia Planet Berwarna Biru di Tata Surya

Kita mengenal beberapa benda luar angkasa yang berada di sistem Tata Surya Bumi. Umumnya seperti Matahari, planet, bintang, bulan, dan lain sebagainya.

Terdapat 8 planet yang ada di Tata Surya kita. Setiap planet juga tentunya memiliki karakteristik sendiri. Karakteristik planet tersebutlah yang juga biasa menjadi cikal-bakal julukan.

Seperti Venus si planet merah, Mars bintang fajar, Jupiter bercincin, dan lainnya. Namun, pernah mendengar planet berwarna biru?

Agaknya sedikit orang yang akrab dengan julukan planet biru. Sebab, planet itu sendiri lebih sering mendapat julukan planet es raksasa.

Bisa menebaknya? Ya, planet biru itu adalah Uranus dan Neptunus. Kedua planet ini masuk ke dalam planet luar. Artinya, Uranus dan Neptunus berada jauh dari Matahari.

Itulah alasan kenapa suhu dari kedua planet ini sangat dingin sehingga mendapat julukan planet es dan planet biru.

Uranus

Planet Uranus berada di urutan ketujuh dari Matahari. Uranus juga menjadi planet terbesar ketiga setelah Jupiter dan Saturnus.

William Herschel adalah pakar yang pertama kali menemukan Planet Uranus. Planet berwarna biru Uranus memiliki keunikan tersendiri.

Baca Juga: Objek Kosmik Kuat GLEAM Terdeteksi Memancarkan Energi ke Arah Bumi

Lapisan atas dari planet ini terdiri dari gas hidrogen dan molekul yang tercampur dengan helium. Sedangkan pada bagian bawah, lapisan Uranus penuh dengan es yang mengelilingi inti batuannya.

Atmosfer pada Uranus mengandung amonia, air, dan kristal es metana. Kandungan itulah yang menyebabkan planet Uranus berwarna biru pucat.

Meski masih berada di depan Neptunus, nyatanya planet Uranus yang memegang predikat sebagai planet terdingin di Tata Surya. Suhu minimum planet ini bisa mencapai -224 derajat Celcius.

Fakta lain yang jarang diketahui mengenai planet berwarna biru Uranus adalah planet ini juga memiliki cincin. Lebar cincinnya sangat tipis dan gelap karena terdiri dari partikel berukuran debu serta batu kecil.

Cincin tersebut terdeteksi untuk pertama kalinya melalui teleskop luar angkasa Hubble pada Desember 2005. Terdapat dua satelit yang berbagi orbit dengan cincin terluar Uranus.

Kini Uranus memiliki 13 cincin, yakni 11 cincin luar dan 2 lainnya cincin dalam. Keduanya juga memiliki warna berbeda, yaitu biru di cincin dalam dan merah untuk cincin luar.

Selain itu, Uranus juga memiliki 27 bulan yang mengelilinginya. Waktu rotasi Uranus terhadap Matahari adalah 17 jam 14 menit.

Butuh setidaknya 84 tahun untuk Uranus berevolusi mengelilingi Matahari. Saat ini Uranus tengah memasuki fase revolusinya yang ketiga. Butuh setidaknya 13 tahun lagi untuk melengkapinya.

Karena jaraknya yang jauh, kehidupan di planet Uranus sulit untuk terdeteksi. Sampai saat ini, hanya ada satu pesawat luar angkasa yang pernah melewatinya.

Pesawat tersebut adalah Voyager 2. Dengan pesawat ini juga akhirnya para ilmuwan berhasil mendeteksi 10 bulan baru di Uranus.

Neptunus

Planet berwarna biru selanjutnya adalah Neptunus. Planet ini juga menjadi yang terjauh dari Matahari di sistem Tata Surya kita.

Baca Juga: Nebula Terbesar di Alam Semesta yang Tertangkap Teknologi Manusia

Penemuan Neptunus terbilang tidak sengaja. Orang pertama yang melihat keberadaan planet ini adalah Galileo. Pada saat itu, ia menganggap Neptunus sebagai bintang.

Keberadaan planet ini akhirnya disadari para ilmuwan setelah orbit Uranus yang tidak beraturan. Planet Neptunus ini ternyata memiliki usia yang sama dengan Matahari.

Jika dibandingkan dengan Bumi, maka Neptunus lebih tua 1 miliar tahun. Usia Neptunus saat ini sekitar 4,6 miliar tahun.

Neptunus mendapat julukan planet berwarna biru karena susunan atmosfernya yang terdiri dari helium dan hidrogen.

Seperti Uranus, atmosfer Neptunus terdiri dari metana, es, air, dan amonia. Kandungan metana itulah yang membuat Neptunus berwarna biru tua.

Selain planet biru, Neptunus juga mendapat julukan planet es raksasa. Karena letaknya yang berada di ujung Tata Surya, maka Neptunus jarang terkena sinar Matahari.

Waktu orbit Neptunus juga sangat lambat. Membutuhkan setidaknya 164,8 tahun waktu Bumi untuk satu kali Neptunus mengorbit.

Neptunus si planet berwarna biru memiliki gaya magnet yang sangat kuat dan bisa mempengaruhi benda di sekitarnya. Itu sebabnya para ilmuwan seringkali menyebutnya si pembuat masalah. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)