Jumat, Juli 1, 2022
BerandaBerita TerbaruProses Bintang Mati di Alam Semesta, Seperti Apa?

Proses Bintang Mati di Alam Semesta, Seperti Apa?

Proses bintang mati akan terjadi setelah beberapa miliar tahun kehidupannya di mulai. Bagaimana dan seperti apa prosesnya?

Baik kehidupan maupun kematian bintang membentuk unsur kimia yang membentuk bumi. Jika dilihat seolah bintang seperti benda permanen di langit malam. Namun pada akhirnya bintang tersebut akan mati.

Baca Juga: Proses Pembentukan Bintang: Protobintang Hingga Masa Kematiannya

Bintang memulai kehidupannya karena fusi hidrogen menyala di inti padat serta panasnya. Alam semesta awal tidak mengandung apapun kecuali unsur kimia hidrogen, sejumlah kecil litium dan berilium juga helium.

Sehingga selama siklus hidupnya, bintang menciptakan unsur dengan massa atom rendah. Setelah proses itu mulai maka kehidupan bermula.

Awal Mula Proses Bintang Mati Hingga Hilang

Sebelum bintang dan planet ada, awan raksasa hidrogen dan helium terbentuk. Secara perlahan awan ini mengumpulkan massa untuk membentuk gravitasinya. Sehingga menciptakan bola gas yang padat yang bernama bintang.

Ketika terbentuk terkena gaya gravitasi yang cukup kuat dan besar, sehingga bintang berbahaya runtuh. Sementara fusi nuklir menyediakan energi untuk bintang mendorong kembali inti runtuh. 

Fusi nuklir melepaskan energi. Pada inti bintang baru terbentuk, inti hidrogen melebur menjadi helium. Imbasnya tarikan gravitasi dan dorongan fusi nuklir ke luar dan seimbang. Fusi nuklir mencegah bintang jatuh, juga dapat menciptakan elemen baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Tergantung ukuran, bintang membuat unsur melalui fusi hingga besi. Bintang hidup sangat lama sebelum akhirnya proses bintang mati, karena bentuknya yang kecil maka tidak membutuhkan banyak energi penyeimbang gravitasi. 

Baca Juga: Peluncuran Pertama Roket Astra Gagal Buat Satelit Penting Mengorbit

Atmosfer bintang-bintang terus bersirkulasi menarik hidrogen segar dan memicu api terus menerus. Bintang Katai merah membakar hidrogen selama triliunan tahun.

Ketika inti kehabisan bahan bakar hidrogen maka akan berkontraksi di bawah berat gravitasinya. Beberapa fusi hidrogen terjadi di lapisan atas dan mengembang. 

Sementara lapisan luar mengembang, jari bintang meningkat dan menjadi raksasa merah. Jari jari matahari akan berada tepat di luar orbit bumi. Inti akan menjadi panas untuk menyebabkan helium melebur menjadi suatu karbon.

Saat helium habis maka inti mengembang dan mendingin. Lapisan atas mengembang dan mengeluarkan material yang akan terkumpul di sekitar bintang yang sekarat dan membentuk nebula planet. Inti akan mendingin menjadi Katai putih dan menjadi Katai hitam. Proses tersebut terjadi beberapa miliar tahun

Tahap Terakhir Kematian Bintang

Bintang paling besar menjadi bintang super raksasa biru sebelum akhirnya proses bintang mati. Mereka menciptakan ledakan besar di alam semesta saat mereka mulai runtuh. Sehingga terjadi ledakan besar bernama Supernova. 

Ledakan awal dari Supernova ini memiliki begitu banyak energi dan mampu membelah atom di intinya. Selain itu mampu mengirimkan Proton dan Neutron terbang ke alam semesta.

Saat setelah terjadi ledakan, partikel saling menabrak satu dengan lainnya dengan energi cukup menyatu. Dari unsur ringan masih terus bertabrakan dengan Neutron dan Proton terus menerus hingga tumbuh lebih besar dan semakin membesar. 

Baca Juga: Perbedaan Waktu Bumi dan Luar Angkasa di Planet Tata Surya, Ini Dia!

Proses ini adalah nukleosintesis. Proses tersebut terjadi selama ledakan Supernova menghasilkan unsur dengan nomor atom yang lebih tinggi dari besi. Namun tidak dapat dibuat fusi nuklir.

Saat proses bintang mati, elemen baru termasuk emas terbentuk dan elemen itu berakhir di bumi. Setelah Supernova meledak, inti yang tersisa begitu masif dan memiliki tarikan gravitasi yang begitu kuat. Bahkan cahaya tidak dapat pergi. Hal ini disebut dengan lubang hitam bintang.

Bagaimana sebuah bintang mati, maka siklus hidupnya dapat mengubah alam semesta. Tanpa adanya bintang, alam semesta hanya berisikan awan hidrogen dan helium.

Hal ini adalah kehidupan dan kematian bintang yang bertanggung jawab atas unsur yang membentuk semua yang dapat terlihat dari bumi.

Gelombang kejut dari Supernova dapat memulai pembentukan bintang di awan antar bintang. Sisa-sisa inti dapat membentuk bintang neutron atau lubang hitam tergantung dari pada masa bintang aslinya.

Proses bintang mati tersebut terjadi pada setiap bintang tergantung dari jenis dan besarnya. Namun hal ini terjadi setelah milyaran tahun kehidupannya. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -