Minggu, Agustus 14, 2022
BerandaBerita TerbaruPuasa Rajab 3 Hari Bolehkah? Ini Penjelasan Hadis Nabi Muhammad

Puasa Rajab 3 Hari Bolehkah? Ini Penjelasan Hadis Nabi Muhammad

Puasa Rajab 3 hari bagaimana hukumnya? Boleh atau tidak? Mungkin dari sekian umat muslim masih belum mengetahui hukum puasa Rajab ini.

Bulan Rajab ini merupakan bulan baik dan istimewa bagi umat muslim. Dengan masuknya bulan Rajab, menandakan bahwa dalam waktu dekat akan memasuki bulan Ramadhan.

Sebagai umat muslim disunnahkan melakukan puasa. Amalan yang terlaksana di bulan tersebut akan mendapatkan pahala yang besar. Lalu bagaimana hukum puasa Rajab 3 hari? Simak penjelasannya. 

baca juga: Qadha Puasa di Hari Jumat Apakah Dilarang? Begini Penjelasannya

Ketentuan dan Hadis Rasulullah Terkait Puasa Rajab 3 Hari Boleh atau Tidak?

Puasa Rajab termasuk puasa sunnah menurut hadits Nabi. Terdapat hadis tentang kisah Mujibah Al-Bahiliyah dari bapak atau paman mendatangi Nabi. 

Dalam percakapan bersama Nabi, menceritakan bahwa Al-Bahili melaksanakan puasa setiap hari karena kuat dan membuat tubuhnya tidak sesegar bulan lalu.

Nabi Muhammad berkata “Berpuasalah kamu di bulan sabar atau Ramadhan dan satu hari setiap bulannya”. Namun Al-Bahili menjawab “Mohon tambahkan lagi ya Rasul, sesungguhnya aku masih kuat”.

Rasulullah berkata “Berpuasalah dua hari”, Al-Bahili kemudian menjawab “Tambahkan lagi ya Rasul”. Rasulullah menjawab, “Berpuasalah 3 hari”.

Namun Al-Bahili kemudian mohon tambahan kembali, sampai akhirnya Rasulullah berkata “Berpuasalah di bulan-bulan mulia dan tinggalkan, berpuasalah dari bulan-bulan mulia dan tinggalkan”. 

Dari percakapan Nabi Muhammad SAW dengan Al-Bahili menyimpulkan bahwa puasa di bulan-bulan mulia termasuk bulan Rajab. Namun sebaiknya tidak secara terus-menerus dan ada jeda waktu.

Berdasarkan petunjuk Nabi puasa Rajab 3 hari dan 3 hari berbuka. Hal ini saat Al Bahili dalam keadaan lemah, namun juga mengisyaratkan bahwa orang yang lebih kuat keadaannya dapat berpuasa lebih banyak (tafsir dari Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Fatawa Al-Fiqhiyah Al-Kubro). 

baca juga: Pantangan Makanan saat Sakit Maag Bagi yang Mau Berpuasa

Penjelasan Tafsir Lain

Salah satu penjelasan Imam Nawawi dari Sunah Foundation of America menjelaskan bahwa puasa di bulan Rajab sunah bagi setiap umat muslim yang tertarik ikut kebiasaan Nabi Muhammad SAW. Keutamaan berpuasa saat Rajab seperti Dzulhijjah, DzulQa’dah, dan Muharram. 

Dalam tulisan Imam Nawawi, menjelaskan bahwa dalam bulan ini tak ada ibadah yang nyatanya terlarang.

Puasa akan bernilai karena bentuk ibadah itu sendiri. Rasulullah telah mengatakan bahwa puasa dalam bulan suci umat muslim bernilai salah satunya saat Rajab.

Mengutip dari buku Al Baqiyatus Shalihat menjelaskan bahwa amalan yang tidak merugi sesungguhnya tak ada dalil lebih spesifik yang menjelaskan tentang puasa bulan Rajab.

Buku Karya Rabi’ Abdur Rauf AZ Zawawi tertulis bahwa tidak ada dalil yang menyebutkan sunah puasa Rajab 3 hari. Paling baik dan utama adalah berpuasa 3 hari pada tengah bulan Rajab serta Senin-Kamis. 

Ketentuan lainnya dari situs NU online terkait jumlah puasa Rajab menjelaskan bahwa puasa ini tidak ada batasan jumlah hari yang baik dalam berpuasa.

Namun menyesuaikan dengan batasan kemampuan tiap orang. Bisa sehari, 3 hari, satu Minggu, hingga dua Minggu. 

baca juga: Hari yang Diharamkan Berpuasa dalam Islam, Berikut Ini Penjelasannya

Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Dawud

Syekh Abu Thayyib Syamsul Haq Al Azhim dalam Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Dawud  menjelaskan apa yang dikatakan kepada Al-Bahili saat tubuh lemah.

Puasa Rajab hukumnya sunnah dan akan makruh jika melaksanakannya satu bulan penuh.  Sebaiknya puasa Rajab bertepatan dengan waktu baiknya atau utamanya. Ayyamul bidh tanggal 13, 14, 15, hari Senin, Kamis, dan Jum’at.

Selain itu, pelaksanaannya sehari puasa sehari tidak. Sementara bagi orang yang masih memiliki utang puasa, boleh qodho bersamaan puasa sunah Rajab. Puasa Rajab 3 hari tersebut sudah dapat Anda pahami sehingga mengikuti sunnah Rasulullah SAW. (Muhafid/R6/HR-Online)