Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita BisnisReksadana Saham Syariah Offshore Investasi Berbasis Luar Negeri

Reksadana Saham Syariah Offshore Investasi Berbasis Luar Negeri

Reksadana saham syariah offshore kini semakin tinggi jika Anda bandingkan dengan konvensional. Head of Investment Product & Advisory, PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo telah menyampaikan gagasannya.

Reksadana ini mengalami peningkatan yang signifikan sejak dua tahun terakhir. Kinerjanya mencapai 90% dan di BDS juga meningkat double digit. Investasi produk denominasi dolar AS yang melaju tinggi hingga saat ini.

Apalagi dengan adanya risiko asal Tapering The Fed membuat investasi terdorong untuk melakukan diversifikasi aset investasinya ke mata uang asing.

Sebenarnya reksadana syariah offshore memiliki tujuan diversifikasi yang menjadi bukan hal baru bagi investor.

Apalagi kinerjanya selalu memuaskan membuat perkembangan optimistis untuk beberapa tahun mendatang. Reksadana yang satu ini berkembang secara positif dan double digit.

Seiring perkembangan value investing investasi ini masih cukup besar peminatnya. Untuk trend investasi saat ini dapat pengaruh oleh preferensi etis dan keadilan.

Sesuai dengan investasi syariah yang tahan guncangan ekonomi dan sisi kinerja perusahaan yang lebih sehat.

Semua produk reksadana saham syariah offshore memberikan nilai yang optimal dengan prospek sangat positif.

Baca Juga: Investasi Fintech di Indonesia dengan 3 Pilihan Jenisnya

Pengertian Reksadana Saham Syariah Offshore

Saat ini ada banyak jenis investasi yang bisa Anda pilih dengan kerjasama bersama perusahaan terbaik. Dari banyaknya jenis investasi reksadana syariah offshore cukup banyak peminatnya.

Berdasarkan peraturan OJK untuk investasi reksadana yang satu ini versi efek syariah luar negeri. Reksadana syariah offshore menjdi pengelolaan investasi untuk efek luar negeri dengan komposisi berikut ini.

Maksimal 49% dari NAB atau nilai aset yang hendak menjadi investasi pada efek syariah dalam negeri.

Sedangkan untuk minimal 51% dari NAB atau nilai aset yang akan investor investasikan pada efek syariah luar negeri, selanjutnya ada dalam daftar efek syariah tersebut.

Nilai aset menjadi salah satu bagian dari besarnya nilai aset yang pengelolaannya dalam reksadana setiap hari. Sedangkan untuk efek syariah merupakan efek yang tertulis dalam UU pasar modal untuk pelaksanaan tidak bertentangan dengan efek syariah.

Baca Juga: Hak Pemegang Saham yang Ada di Dalam Undang-Undang

Risiko Investasi Reksadana Saham Syariah Offshore

Sama seperti jenis investasi lainnya reksadana syariah ini juga memiliki risiko cukup tinggi. Namun untuk keuntungannya pun cukup menjanjikan.

Semakin besar keuntungan dari investasi tentu diimbangi dengan risiko yang besar pula. Dengan basis luar negeri, maka risiko investasi ini jauh lebih sulit daripada yang ada dalam negeri.

Baca Juga: Strategi Promosi Investasi Dalam Meningkatkan Cipta Kerja Perusahaan

Ketika Anda hendak melakukan investasi tersebut, sebaiknya memahami beberapa hal berikut ini:

  • Peraturan dari luar negeri
  • Risiko kurs dalam negeri dan asing
  • Risiko dari politik

Jika Anda berminat untuk memilih investasi reksadana saham syariah offshore, kurang lebih modal yang harus Anda miliki kisaran US$10.000 atau nominalnya setara mata uang lain. (R10/HR-Online)