Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita TerbaruSejarah Penemuan Elektron, Partikel Subatomik yang Bermuatan Negatif

Sejarah Penemuan Elektron, Partikel Subatomik yang Bermuatan Negatif

Sejarah penemuan elektron bermula pada tahun 1987. Saat itu seorang ilmuwan mengumumkan penemuan partikel yang lebih kecil dari atom.

Informasi mengenai penemuan elektron tersebut Joseph John Thomson umumkan. Namun, jauh sebelum J.J. Thomson, penelitian mengenai elektron sudah berlangsung.

Baca Juga: Perbedaan Proton dan Elektron yang Jelas Bertolak Belakang

Mengintip Sejarah Penemuan Elektron Atom

Elektron adalah partikel subatomik. Partikel elektron memiliki muatan negatif. Hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan proton yang bermuatan positif.

Penemuan elektron, proton, bahkan hingga neutron adalah sebuah pondasi yang kokoh dalam dunia ilmu pengetahuan.

Pasalnya, sejak penemuan ketiga subatomik atom, hingga kini sudah terdapat hampir 70 bagian atom lainnya.

Pengertian atom sudah ada bahkan dari zaman Yunani Kuno. Namun, pada saat itu masih sebatas sebuah teori saja.

Belum pernah ada percobaan lab untuk membuktikan keberadaan atom. Setelah beberapa abad, akhirnya terjadi sebuah penelitian yang menemukan atom itu sendiri.

Dari situlah terjadi beberapa keganjilan yang mempertanyakan keberadaan unsur subatomik atom. Satu per satu penelitian yang bertujuan untuk menemukan unsur di dalam atom terus berlangsung.

Akhirnya pada 30 April 1897, seorang ilmuwan bernama Joseph John Thomson atau yang akrab dengan sapaan J.J. Thomson menyebutkan bahwa ia berhasil menemukan elektron. Mulai dari situlah sejarah penemuan elektron dimulai.

Thomson mengemukakan bahwasannya partikel elektron ini memiliki ukuran yang beribu-ribu kali lebih kecil dari atom. Bahkan J.J. Thomson seringkali menyebutnya sebagai corpuscle yang berarti tubuh kecil.

Baca Juga: Sejarah Penemuan Proton, Partikel Subatomik dalam Fisika

J.J. Thomson menemukan partikel elektron melalui eksperimennya yang menggunakan tabung sina katoda.

Pada saat itu Thomson menetapkan sinar katoda sebagai partikel, bukan bak gelombang, molekul, atau bahkan atom.

Ia juga berhasil menghitung perkiraan rasio antara muatan listrik (e) dan massa (m). Namun begitu, sayangnya Thomson belum berhasil menghitung nilai muatan dan massa elektron secara mandiri.

Baru pada tahun 1909, seorang bernama Robert Millikan berhasil menghitung secara mandiri muatan serta massa elektron.

Eksperimen Sebelum J.J. Thomson

Sebenarnya jauh sebelum J.J. Thomson mengumumkan penemuan nama elektron, sudah ada beberapa ilmuwan lain yang melakukan eksperimen guna menemukan subatomik atom ini.

Baca Juga: Sejarah Penemuan Neutron, Si Partikel Inti Atom Tanpa Muatan

Mulai dari Johann Wilhelm Hittorf, Eugen Goldstein, William Crookes, dan Arthur Schuster. Mereka semua pendahulu J.J. Thomson yang juga melakukan eksperimen melalui media tabung sinar katoda.

Hampir semua eksperimen yang terjadi berhasil menemukan keberadaan partikel yang bermuatan negatif. Sayangnya, mereka semua belum menamainya sebagai elektron hingga J.J. Thomson.

Muatan negatif yang elektron miliki adalah sebesar -1,6 x 10^-19 Coulomb dengan massanya sama 9,1 x 10^-31 Kg.

Penemuan partikel elektron, partikel, dan yang nantinya juga neutron menjadi pilar terhadap ilmu pengetahuan atom lainnya hingga saat ini. Pedoman unsur negatif, positif, dan netral dari ketiga partikel itu terus menjadi dasar muatan atom fisika.

Karena kontribusi berharganya atas sejarah penemuan elektron, maka J.J. Thomson mendapat Nobel penghargaan pada tahun 1896. (R10/HR-Online)