Kamis, Agustus 11, 2022
BerandaBerita TerbaruAsteroid yang Mengandung Emas di Dekat Bumi, Akan Ditambang?

Asteroid yang Mengandung Emas di Dekat Bumi, Akan Ditambang?

Asteroid yang mengandung emas ternyata ada, terletak di dekat Bumi kita ini. Tidak hanya satu, melainkan dua asteroid sekaligus.

Meski tidak terlalu besar, nyatanya kedua asteroid tersebut memiliki kandungan emas yang berlimpah. Asteroid juga tidak hanya mengandung emas, melainkan juga besi, nikel, dan kobalt.

Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan bahwa kedua asteroid tersebut akan menjadi pusat pertambangan luar angkasa di masa yang akan datang.

Penemuan Asteroid yang Mengandung Emas Dekat Bumi

Mengutip dari Wikipedia, asteroid merupakan sebuah benda luar angkasa yang juga memiliki julukan planet minor atau planetoid. Asteroid memiliki ukuran yang lebih besar dari meteorit, namun lebih kecil dari planet.

Tempat asal asteroid di tata surya ini berada pada sekitar Mars dan Jupiter. Sebab itulah tempat tersebut bernama sabuk asteroid.

Baca Juga: Evolusi Galaksi Bima Sakti Terungkap, Usianya Lebih Tua dari Perkiraan!

Sebagai batu luar angkasa raksasa, kandungan asteroid juga tentunya berbeda, mulai dari pasir, batuan, hingga logam. Lantas, bagaimana jika asteroid mengandung emas?

Seperti yang kita ketahui, emas di Bumi merupakan benda yang cukup berharga. Siapa sangka bahwa astronom menemukan dua asteroid yang mengandung emas dan logam.

Bahkan,menurut penelitian, kandungan emas dan logam di asteroid lebih banyak dari yang ada di Bumi.

Kadua asteroid  tersebut tidak berukuran terlalu besar dan masih lebih kecil dari asteroid 16 Psyche. Psyche sendiri merupakan asteroid dengan kandungan logam terbesar di tata surya.

Dalam The Planetary Science Journal, para astronom mengidentifikasi asteroid emas berada di dekat Bumi.

Kedua asteroid tersebut akhirnya memiliki nama 1986 DA dan 2016 ED85. Bahkan, karena jaraknya yang dekat dengan Bumi, 1986 DA dan 2016 ED85 termasuk ke dalam kategori Near Earth Asteroids (NEA).

“Analisis kami memperlihatkan bahwa kedua NEA ini memiliki permukaan dengan 85% berupa logam seperti besi serta nikel, kemudian untuk 15% lainnya berupa bahan silikat yang pada dasarnya berupa batu,” jelas Dr Juan Sanchez dari Planetary Science Institute.

Ukuran Asteroid

Dua asteroid dengan kandungan logam dan emas di dekat Bumi tidak berukuran terlalu besar, namun mirip dengan asteroid Psyche. Karena itulah keduanya mendapat julukan sebagai ‘Psyche Mini’.

Baca Juga: Bintang Alpha Centauri Tetangga Matahari Terdekat, Ada Kehidupan?

Asteroid pertama, yaitu 1986 DA memiliki perkiraan ukuran lebar sekitar 2,4 kilometer atau setara dengan 1,5 mil.

Meski jauh lebih kecil dari Bumi maupun Psyche, 1986 DA mengandung 28 miliar ton besi dan 2,5 miliar ton nikel bersama dengan kobalt dan logam mulia kecil berharga.

“Kami memperkirakan bahwa kandungan logam di dalam 1986 DA lebih banyak dari cadangan yang ada di seluruh dunia,” tulis peneliti jurnal.

Mirip dengan Meteorit Besi di Bumi

Setelah melakukan penelitian lebih jauh, para astronom menemukan bahwa dua asteroid yang mengandung emas NEA mirip dengan meteorit besi yang banyak astronom temukan di Bumi.

Menurut perkiraan yang ada, asteroid jenis ini kaya akan kandungan logam. Hal itu karena sebagian besar logam tenggelam ke inti. Kemudian mereka berasal dari objek yang tumbuh dengan cukup besar.

Astronom David Cantillo menjelaskan bahwa ia dan timnya percaya jika dua asteroid yang mendapat julukan ‘Psyche Mini’ tersebut adalah pecahan dari asteroid logam yang sangat besar di sabuk utama.

Penyelidikan Potensi Penambangan

Setelah berhasil mengetahui banyaknya kandungan logam dan emas di dalam asteroid, maka astronom melakukan penelitian lanjutan mengenai potensi penambangan.

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kandungan logam dari kedua asteroid sangat banyak dan melebihi cadangan di Bumi.

Baca Juga: Objek Katai Cokelat Misterius, Jadi Penemuan Studi Langka dan Berharga 

Karena jaraknya yang lebih dekat dengan Bumi, maka astronom mulai tertarik terhadap potensi tambang asteroid yang mengandung emas tersebut.

Sebelumnya, rencana penambangan sempat jatuh kepada asteroid logam terbesar di tata surya, Psyche. Sayangnya, asteroid raksasa tersebut tidak pernah lebih dekat dari 2,5 unit astronomi dari Matahari.

Jarak tersebut tentu menjadi pertimbangan. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan seperti membangun pangkalan luar angkasa dan membuat alat penambangan bahwa kedua NEA memiliki permukaan dengan 85% logam seperti besi

Tidak lupa juga dengan biaya yang dibutuhkan untuk membawa hasil tambang ke Bumi. Hal itu tentunya akan menghabiskan anggaran yang cukup besar.

Meski demikian, NASA tetap memiliki rencana mengirim alat untuk menyelidiki Psyche lebih dekat di masa depan.

Namun, untuk saat ini astronom sepertinya tengah memfokuskan penelitian terhadap asteroid yang mengandung emas di dekat Bumi terlebih dahulu. Jika memang memungkinkan, maka akan terjadi penambangan luar angkasa pertama dalam sejarah. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)