Jumat, Januari 27, 2023
BerandaBerita PangandaranGenjot PAD Pajak dan Retribusi, Bapenda Pangandaran Pasang Alat Monitoring

Genjot PAD Pajak dan Retribusi, Bapenda Pangandaran Pasang Alat Monitoring

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Guna menggenjot PAD Pajak dan Retribusi Daerah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, akan akan mengoptimalkan pajak daerah dan retribusi daerah dengan terus melakukan inovasi, seperti penguatan SDM.

Kepala Bapenda Kabupaten Pangandaran, Dadang Solihat mengatakan, hal itu sebagai upaya dalam mewujudkan visi misi daerah. Dengan pelayanan yang melayani maka pembangunan di Pangandaran akan berjalan lancar.

“Kalau ingin Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat maka kita harus terus berinovasi, seperti diantaranya penguatan sumber daya manusia (SDM), inovasi sarana dan prasarana, inovasi sistem, dan inovasi pelayanan yang melayani agar masyarakat puas,” kata Dadang Solihat kepada HR Online, Minggu(06/03/2022).

Menurutnya, saat ini penguatan SDM sudah berjalan. Dengan telah berubahnya nomenklatur menjadi Badan Pendapatan Daerah, maka personil yang ada pun sudah siap. Termasuk sarana prasarana internal seperti peralatan cetak, komputer dan lainnya.

Baca Juga : Capaian Target PAD Pangandaran Semester Pertama 44,5 persen

Untuk menggenjot PAD Pajak dan Retribusi Daerah, sementara ini pihaknya tengah berinovasi sarana prasarana untuk eksternal, seperti alat monitoring pajak dan retribusi daerah.

Saat ini peralatan tersebut sudah terpasang 63 unit di hotel dan restoran-restoran. Pada tahun 2022 ini akan ada penambahan lagi 100 unit.

“Kita mengacu pada UU nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menarik secara maksimal. Juga pemasangan 25 unit alat monitoring pajak dan retribusi daerah. Saat ini kita memprioritaskan pemasangan di kampung turis dulu. Targetnya Lebaran nanti sudah siap dioperasikan,” terang Dadang.

Ia menambahkan, dari pemasangan alat monitoring pajak dan retribusi daerah tersebut outputnya adalah kesadaran para wajib pajak, walaupun sifatnya memaksa.

“Saya ingin membuktikan pajak dan retribusi daerah yang optimal dan mapan akan mewujudkan PAD yang mapan. Sehingga bisa mendorong visi misi daerah segera terwujud. Slogannya Taat Bayar Pajak Pahlawanku,” pungkasnya. (Madlani/R3/HR-Online/Editor-Eva)