Senin, Mei 23, 2022
BerandaBerita NasionalGunung Semeru Erupsi, Warga Tetap Beraktivitas

Gunung Semeru Erupsi, Warga Tetap Beraktivitas

Gunung Semeru erupsi pada 19 Maret 2022 dan 20 Maret 2022. Namun peristiwa tersebut tidak membuat warga sekitar panik. Warga bahkan masih beraktivitas seperti biasanya.

Ahmad Royani, warga yang berada di Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengatakan, warga di desanya sama sekali tidak panik.

“Justru warga tetap beraktivitas seperti biasa. Tidak ada dampak apa-apa, seperti hari-hari biasa saja. Tidak ada kepanikan, bahkan kami juga tidak merasakan apapun,” katanya kepada HR Online, Minggu (20/3/2022).

Baca Juga: Sejarah Erupsi Gunung Semeru, Terjadi Sejak 200 Tahun Lalu

Menurut Ahmad Royani, Gunung Semeru memang mengeluarkan asap hampir setiap hari. Karena itu warga menganggapnya hal biasa. 

“Meskipun asap selalu keluar dari gunung Semeru setiap hari, akan tetapi sama sekali tidak ada debu tegas. Karena itu warga pun santai beraktivitas,” tuturnya.

Sementara itu, Ahmad Royani bersama warga lainnya juga tidak terpengaruh dengan aktifnya gunung Semeru yang selalu mengeluarkan asap.

“Kami bersama rekan yang lainnya tetap fokus bekerja membuat pipa berukuran besar di Daerah Sumberejo Lumajang, ya kami bekerja dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. 

Sementara itu PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) melaporkan erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur terjadi pada Sabtu (19/3/2022) pukul 05.35 WIB.

Gunung Semeru juga dilaporkan kembali mengalami erupsi pada Minggu (20/3/2022) sekitar pukul 07.00 WIB.

Keterangan PVMBG pada laman media sosial resminya menyebut, tinggi kolom abu yang teramati kurang lebih 1000 meter di atas puncak. Puncak Gunung Semeru sendiri berada pada 4676 meter di atas permukaan laut.

PVMBG juga mengimbau agar tidak ada warga yang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah tersebut berpotensi terpapar awan panas dan lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Begitu juga warga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru. Lantaran rawan terjadi lontaran batu (pijar). (Entang/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -