Selasa, Juni 28, 2022
BerandaTeknologiAplikasiInstagram Hapus Boomerang dan Hyperlapse dari Play Store, Mengapa?

Instagram Hapus Boomerang dan Hyperlapse dari Play Store, Mengapa?

Instagram hapus Boomerang dan Hyperlapse dari toko aplikasi. Ini dilakukan seminggu setelah Instagram mengkonfirmasi rencananya untuk menutup aplikasi IGTV.

Sebelumnya, tujuan perusahan menutup aplikasi IGTV mandiri adalah untuk lebih fokus pada inisiatif, seperti Reels. Kini pihak Instagram pun kembali mengkonfirmasi bahwa mereka menarik dua lagi aplikasi lama mereka.

Ini termasuk aplikasi video timelapse Hyperlapse yang rilis pertama kali pada tahun 2014. Selanjutnya aplikasi video looping Boomerang yang meluncur pada tahun 2015 silam.

Baca Juga: Cara Batasi Komentar di Instagram Mudah, Simak Tutorial Lengkapnya!

Mengapa Instagram Hapus Boomerang dan Hyperlapse?

Meskipun aplikasi Boomerang dan Hyperlapse meluncur secara terpisah dari Instagram, tetapi fitur utama mereka selanjutnya ditambahkan ke jejaring sosial.

Hingga saat ini, aplikasi Boomerang telah mencatatkan lebih dari 300 juta unduhan sejak diluncurkan. Lalu untuk Hyperlapse, tidak pernah sangat sukses dengan hanya 23 juta unduhan.

Walaupun perusahaan tidak memiliki pernyataan terkait dengan Instagram yang akan hapus kedua aplikasi yakni Boomerang dan Hyperlapse.

Namun langkah itu tidak terlalu mengejutkan. Ini karena Instagram tentu menginginkan lebih banyak pengguna menghabiskan waktu di aplikasi utamanya.

Dalam hal ini, perusahaan mengatakan bahwa fitur dari aplikasi ini akan terus memperoleh dukungan di jejaring sosial.

Baca Juga: Menyembunyikan Postingan Instagram dari Follower Tertentu, Ini Caranya!

Latar Belakang Penghapusan Aplikasi Boomerang dan Hyperlapse

Terdapat suatu hal yang melatarbelakangi penghapusan aplikasi Boomerang dan Hyperlapse dari Instagram.

Alasan tersebut adalah karena mengikuti dorongan oleh perusahaan induk Instagram, Meta, untuk mengintegrasikan berbagai fitur ke dalam satu aplikasi.

Sebagai contoh saat ini Facebook telah memperkenalkan pasar seperti Craigslist serta sistem pembayaran seperti Venmo ke dalam aplikasi media sosial biru.

Sebelumnya, kita ketahui bahwa Instagram sebagian besar berfokus pada berbagi foto. Kini telah meluas dengan menyertakan video pendek juga e-commerce. 

Instagram pun telah mengintegrasikan banyak fitur tambahan ke dalam aplikasi itu sendiri. Sehingga membuat kebutuhan akan aplikasi pengeditan kreatif terpisah tidak pengguna perlukan lagi.

Dengan menyimpan berbagai hal dalam satu aplikasi, maka kemungkinan dapat mengurangi kebingungan serta membuat pengguna tetap puas dengan pengalaman aplikasi tunggal. 

Seperti yang telah laporan TechCrunch sebelumnya, upaya hapus aplikasi Boomerang dan Hyperlapse tersebut mengikuti penutupan IGTV yang telah resmi Instagram umumkan. Kedua aplikasi ini kemungkinkan akan mulai offline pada pertengahan Maret. 

Baca Juga: Private Story Likes Instagram, Fitur Baru yang Bisa Like Tanpa Harus DM

Sesuai dengan data pada TechCrunch melalui Apptopia, Boomerang melihat 301 juta unduhan seumur hidup di Google Play serta App Store.

Sedangkan Hyperlapse terbatas pada perangkat iOS yang menjelaskan 23 juta unduhannya. Menariknya, meski Instagram telah menjadi toko serba ada, akan tetapi Boomerang masih melihat 26.000 unduhan per hari. 

Setelah Instagram hapus Boomerang dan Hyperlapse, maka akan tersisa dua aplikasi tambahan di halaman App Store. Dua aplikasi tambahan tersebut adalah Layout dan IGTV. Sementara IGTV akan berhenti dari App Store pada akhir bulan ini, maka perusahaan menyebutkan aplikasi Layout akan bertahan untuk saat ini. (R10/HR-Online)

- Advertisment -