Kamis, Mei 26, 2022
BerandaBerita PangandaranKasihan Pedagang Gorengan, Minyak Goreng Curah Langka di Pangandaran

Kasihan Pedagang Gorengan, Minyak Goreng Curah Langka di Pangandaran

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Pedagang di Pasar Pananjung, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mengeluhkan minyak goreng curah langka. 

Bahkan sudah hampir 3 minggu tidak ada pasokan minyak goreng curah. Sementara stok minyak kemasan memang tersedia, namun harganya lebih mahal.

Salah seorang pedagang pasar Wati mengaku susah mendapatkan minyak goreng curah. Sedangkan minyak goreng kemasan harganya mahal. Padahal minyak goreng tersebut untuk dijual kembali kepada para pedagang gorengan.

“Susah mendapatkan minyak goreng curah sudah hampir 3 mingguan kosong. Ini saya dapat yang kemasan 1 liternya dijual Rp 25 ribu, dan 2 liter Rp 48 ribu. Itu juga kadang ada, kadang nggak ada,” kata Wati saat diwawancara HR Online, Rabu (23/3/2022).

Wati mengaku kasihan kepada para pedagang gorengan yang mengeluh lantaran minyak goreng curah langka.

“Kasihan para pedagang gorengan, minyak goreng langka pada nggak jualan. Kalau jualan harga gorengannya juga ikut naik, buat usaha susah,” keluh Wati.

Baca Juga: Minyak Curah di Pangandaran Kosong, Minyak Kemasan Terbatas

Hal senada juga disampaikan pedagang grosir di pasar Pananjung Pangandaran, Yeni. Ia mengatakan, sudah satu minggu tidak ada pasokan minyak goreng curah.

“Saat ini masih dapat pasokan minyak goreng yang kemasan saja, yang curah tidak ada sama sekali,” katanya.

Yeni mengaku hanya mendapat minyak goreng kemasan 5 dus sekali belanja, itupun dijatah setiap minggunya.

“Sekarang saya dapat pasokan minyak goreng kemasan saja 5 dus sekali belanja. Seminggu tiga kali dapat kiriman dijatah. Kalau minyak goreng curah sama sekali nggak ada,” pungkasnya.

Minyak Goreng Curah Langka, Pedagang Gorengan di Pangandaran Naikkan Harga

Sementara salah seorang pedagang gorengan Ana (40) mengatakan, harga gorengan seperti bala-bala, mendoan, gehu dan lainnya dijual Rp 1500, padahal biasanya cuma Rp 1000.

“Otomatis harga gorengan juga naik, mengikuti harga minyak goreng. Biasanya saya jual Rp 1000-an, sekarang terpaksa dinaikkan. Harga jual gorengan juga menjadi Rp 1500-an, supaya ada lebihnya,” kata Ana.

Ana mengaku sekali jualan bisa menghabiskan 4 kilogram tepung. Namun sejak minyak goreng langka dan harga gorengan naik, pembeli jadi jarang. 

“Saya biasanya habis 4 kilogram tepung, karena kenaikan harga berkurang menjadi 2 kg sehari, omset turun setengahnya,” katanya. (Madlani/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -