Senin, Mei 16, 2022
BerandaBerita TasikmalayaMaling Motor Modus Pura-pura Mogok, Warga Tasikmalaya Jadi Korban

Maling Motor Modus Pura-pura Mogok, Warga Tasikmalaya Jadi Korban

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Maling motor yang beraksi di Jalan Raya Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat ini terbilang licin. Modus maling motor tersebut pura-pura meminta tolong lantaran motornya mogok.

Saat korban terlihat bersimpati, pelaku meminjam motor korban dengan alasan ingin mengantar pulang pacarnya terlebih dahulu. Saat ditunggu-tunggu, pelaku tak kunjung datang.

Itulah yang terjadi pada Farid (16) remaja warga Sukarame. Niat menolong malah buntung lantaran tipu daya maling.

Baca Juga: Pencuri HP di Tasikmalaya Tewas Tabrakan Ketika Kabur

Beruntung Farid bisa mendapatkan kembali motor kesayangannya. Hal itu lantaran polisi dari Polsek Cisayong berhasil meringkuk RH, pelaku pencurian di Tasikmalaya dengan modus motor mogok, Rabu (23/3/2022).

Kapolsek Cisayong AKP Ajat Sudrajat mengatakan, awalnya ada laporan dari korban, kejadian pencurian motor pada hari Minggu, tanggal 20 Februari 2022, sekitar jam 22.00 WIB di Jalan Raya Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.

“Ceritanya, sepeda motor pelaku mogok, kemudian korban lewat dan berniat menolong pelaku. Lalu pelaku meminjam sepeda motor korban dengan alasan akan mencari bengkel dan mengantar pacarnya pulang dulu. Namun setelah ditunggu beberapa jam pelaku tidak kembali,” katanya.

Atas laporan dari korban, pihak Polsek Cisayong langsung memburu maling motor modus pura-pura mogok tersebut.

Sampai akhirnya pelaku berhasil diamankan di kediamannya di Cisayong. Pelaku diamankan berikut barang bukti berupa sepeda motor Honda Beat milik korban.

“Korban dan pelaku itu sebenarnya tidak saling kenal. Saat diamankan barang bukti sepeda motor korban sudah diubah warna dan velg-nya oleh pelaku.

AKP Ajat Sudrajat mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap orang yang tidak dikenal. 

“Pelaku dijerat dengan Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan,” pungkasnya. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -