Jumat, Mei 20, 2022
BerandaBerita BanjarMusrenbangda Pemkot Banjar Tentukan Prioritas Pembangunan 2023

Musrenbangda Pemkot Banjar Tentukan Prioritas Pembangunan 2023

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Musrenbangda Pemkot Banjar untuk menentukan skala prioritas pembangunan tahun 2023. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Somahna Bagja Dibuana, Setda Kota Banjar, Jawa Barat, Selasa (22/03/2022).

Dalam Musyawarah perencanaan pembangunan daerah (Musrenbangda) ini selain membahas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), juga menentukan arah pembangunan Kota Banjar tahun 2023 mendatang.

Kepala Bappelitbangda Kota Banjar, Soni Horison mengatakan, kegiatan tersebut membahas permasalahan pembangunan daerah, menentukan sasaran dan skala prioritas pembangunan daerah. Termasuk mendonorkan program pembangunan provinsi.

“Kegiatan ini juga untuk mensinkronkan usulan-usulan hasil Musrenbang Kecamatan dan pokok pikiran serap aspirasi DPRD, sehingga tercover dalam RKPD,” kata Soni Horison.

Baca Juga : Tol Gedebage-Cilacap Dibangun 2022, Pemkot Banjar Harus Lakukan Ini

Sementara itu, Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih mengatakan, rancangan RKPD tersebut nantinya akan menjadi bahan dalam penyusunan kebijakan umum anggaran. Serta prioritas plafon anggaran sementara KUA-PPAS tahun anggaran berikutnya.

Menurutnya, arah pembangunan daerah harus ada penyeimbangan yang terukur antara program yang dilaksanakan dengan kemampuan keuangan daerah. Serta menentukan berdasarkan skala prioritas.

“Arah program pembangunan harus dirumuskan secara terpola dan terukur berdasarkan skala prioritas. Agar program yang kita laksanakan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, fokus pembangunan pada tahun 2023. Tentunya mengarah pada setiap misi pembangunan Kota Banjar berdasarkan capaian target, sasaran pembangunan, indikator makro, dan kinerja pemerintah daerah.

Melalui Musrenbangda Pemkot Banjar tentukan skala prioritas pembangunan. Oleh sebab itu, untuk mewujudkan pembangunan tersebut perlu adanya dukungan semua pihak serta peran aktif dari masyarakat.

“Tanpa adanya dukungan dan partisipasi masyarakat. Tentunya akan sulit mewujudkan target pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Ade Uu. (Muhlisin/R3/HR-Online-Editor-Eva)

- Advertisment -