Jumat, Mei 27, 2022
BerandaBerita TerbaruPerbedaan Galaksi dan Tata Surya, Jangan Sampai Terkecoh Lagi!

Perbedaan Galaksi dan Tata Surya, Jangan Sampai Terkecoh Lagi!

Perbedaan galaksi dan tata surya memang terkadang membuat bingung. Kedua anggota alam semesta ini juga tentunya memiliki arti masing-masing.

Bumi yang kita tinggali ini berada di dalam tata surya dan galaksi. Itulah kenapa kedua istilah tersebut sering digunakan saat pembahasan mengenai astronomi dan antariksa.

Namun, pernahkan Anda mencari tahu apa perbedaan antara keduanya? Ini dia jawabannya.

Mengulik Lebih Dalam Perbedaan Galaksi dan Tata Surya

Alam semesta kita ini mencakup semua materi di dalamnya. Terdapat banyak sekali benda di alam semesta dengan berbagai ukuran.

Tata surya dan galaksi menjadi salah satu materi yang ada di dalam alam semesta.

Banyak orang yang mengira keduanya sama, padahal terdapat perbedaan yang jauh. Bumi yang kita tempati ini juga termasuk ke dalam anggota keduanya.

Baca Juga: Bintang Paling Redup yang Pernah Teridentifikasi, Ini 5 Daftarnya!

Galaksi berjumlah ribuan atau bahkan triliunan, sedangkan tata surya hanya ada satu. Mungkin ada beberapa calon solar system lain di galaksi luar, namun belum dapat teridentifikasi.

Tata surya yang kita tahu saat ini berisi 8 planet dengan satu Matahari. Solar system sendiri berada di dalam galaksi Bima Sakti.

Jadi, dapat kita simpulkan juga bahwa perbedaan galaksi dan tata surya terletak pada ukurannya. Tentu saja sebuah galaksi berukuran sangat masif.

Meski begitu, ada juga beberapa galaksi yang berukuran sedang. Galaksi yang memiliki tata surya hanyalah Bima Sakti.

Apa itu Galaksi?

Sejak tadi kita membahas mengenai perbedaan apa saja yang ada di antara dua objek terpenting di alam semesta tersebut, namun belum benar-benar membahas pengertian galaksi itu sendiri.

Alam semesta kita ini sangatlah luas. Terdapat triliunan galaksi di dalamnya, salah satunya Bima Sakti yang merupakan tempat Bumi berada.

Galaksi merupakan sebuah kumpulan bintang dan benda langit. Mereka dapat berkumpul sehingga menciptakan galaksi karena adanya gaya gravitasi.

Hampir setiap galaksi memiliki lubang hitam atau black hole supermasif pada pusatnya. Lubang hitam tersebut berguna untuk menentukan karakteristik dari galaksi.

Keberadaan lubang hitam juga dapat menyerap gas dan debu untuk proses pembuatan bintang di sekitarnya. Namun, tanpa adanya gas hidrogen maka galaksi tidak dapat membuat bintang kembali.

Hal itu karena hidrogen dingin berperan sebagai bahan bakar pembentuk bintang. Uniknya, galaksi bisa hidup kembali.

Galaksi dapat kembali hidup dan menciptakan bintang dengan menyerap galaksi kecil dan awan gas di sekitarnya karena jumlahnya yang banyak.

Itu juga menjadi perbedaan galaksi dan tata surya yang mana ketika tata surya mati maka tidak akan hidup kembali karena hanya berjumlah satu.

Definisi Tata Surya

Tata surya berada di dalam alam semesta dan hanya berjumlah satu. Hal itu karena dalam pengertiannya, tata surya adalah sistem interaksi yang berpusat pada Matahari.

Dalam bahasa Inggris, tata surya bernama solar system. Tata surya merupakan sebuah sistem interaksi benda langit dengan Matahari sebagai pusatnya.

Adapun benda-benda langit yang dimaksud adalah planet, komet, asteroid, meteoroid, bulan, bintang, dan sebagainya.

Terdapat delapan planet yang kita kenal di tata surya. Planet tersebut adalah Neptunus, Uranus, Saturnus, Mars, Jupiter, Bumi, Merkurius, dan Venus.

Secara lebih khusus, letak dari solar system berada pada lengan orion atau jalur orion yang berada di pinggir galaksi Bima sakti. Dapat disimpulkan bahwa perbedaan galaksi dan tata surya juga terletak pada pusatnya.

Baca Juga: Planet Proxima d Terdeteksi, Jadi Penemuan Exoplanet Teringan?

Galaksi, seperti yang sebelumnya dijelaskan memiliki pusat lubang hitam, sedangkan solar system memiliki pusat bintang yang bernama Matahari.

Meski di galaksi lain terdapat bintang dengan satu planet mengorbitnya, itu belum dapat dikatakan sebagai solar system.

Sejauh ini tata surya yang memiliki Bumi sebagai tempat makhluk hidup hanya terdapat di Bima sakti. Para astronom sebenarnya sudah berusaha mencari tempat kehidupan alternatif di galaksi lain, namun belum ada sama sekali.

Kebanyakan galaksi hanya berisi triliunan bintang dengan planet yang tidak layak huni. Kita sebenarnya dapat mengetahui perbedaan galaksi dan tata surya dengan mudah. Solar system hanya satu dan ada di dalam galaksi, sedangkan galaksi jumlahnya sangat banyak di alam semesta. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -