Sabtu, Mei 21, 2022
BerandaBerita BisnisPerbedaan Spin Off dan Split Off pada Perusahaan, Wajib Tahu!

Perbedaan Spin Off dan Split Off pada Perusahaan, Wajib Tahu!

Perbedaan spin off dan split off suatu perusahaan masih terkait dengan pemegang saham mereka.

Baik spin off maupun split off masih masuk ke dalam bentuk divestasi. Apa itu divestasi?

Divestasi merupakan sebuah proses menjual divisi atau bagian suatu perusahaan kepada perusahaan lain. Dengan kata lain, divestasi membuat perusahaan terpisah.

Baca Juga : Cara Membeli Saham WIKA Via Online dari Kantor Sekuritas

Apa Saja Perbedaan Spin Off dan Split Off?

Dalam dunia bisnis, sebenarnya praktik perputaran dan pemisahan keseluruhan aset marak terjadi. Praktik tersebut sudah berbagai perusahaan lakukan, mulai dari multinasional maupun internasional.

Keduanya termasuk ke dalam bentuk divestasi atau pemisahan sebagian perusahaan. Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa sebuah perusahaan menjual sebagian divisinya?

Beberapa perusahaan melakukan divestasi agar dapat fokus pada bidang utama. Selain itu, divestasi juga bisa terjadi jika perusahaan membutuhkan uang tunai yang mendesak, ukuran bisnis yang besar, atau bahkan untuk tidak menghasilkan pendapatan stabil.

Spin off sebenarnya mengacu kepada divisi bisnis yang menjadi usaha mandiri setelah berpisah dari perusahaan induk. Sedangkan proses split off melibatkan pemegang saham.

Dalam prosesnya, split off akan membuat pemegang saham perusahaan induk mendapat saham di anak perusahaan yang terpisah dalam pertukaran untuk saham di perusahaan induknya.

Mudahnya, perbedaan spin off dan split off terletak pada proses berlangsungnya. Spin off hanya berputar, sedangkan split off membuat perusahaan benar-benar berpisah.

Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan lebih dalam mengenai kedua proses tersebut.

Baca Juga : Saham Sepeda Bersama Indonesia Resmi Terdaftar di BEI 21 Maret 2022

Definisi Spin Off

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, spin off hanyalah proses perputaran. Artinya, eksistensi perusahaan induk tidak akan hilang.

Spin off berguna untuk rekonstruksi perusahaan yang sudah berhasil berkembang. Dengan adanya spin off, potensi setiap sektor perusahaan akan berkembang secara maksimal.

Untuk melakukan spin off, sebuah perusahaan harus menerbitkan saham baru.

Definisi Split Off

Jika spin off hanya berarti perputaran yang bertujuan memaksimalkan sektor perusahaan induk, maka tidak dengan pemisahan.

Split off memiliki definisi sebagai pemisahan. Dengan kata lain, split off menjadi strategi restrukturisasi perusahaan.

Metode ini perusahaan induk lakukan dengan cara mengurangi aset unit bisnis dengan persyaratan infrastruktur. Dalam kasus split off, perusahaan induk dapat menawarkan premi atas pertukaran saham.

Hal itu berguna untuk meningkatkan minat saham perusahaan baru.

Pemisahan perusahaan berarti membuat mereka kehilangan sebagian asetnya, sedangkan spin off tidak. Dengan begitu, maka spin off adalah upaya yang menguntungkan untuk semua pihak.

Baca Juga : Provident Agro Saham Akhiri Buyback Lebih Cepat, Apa Dampaknya?

Dalam praktiknya, dua proses pemisahan ini sudah diatur dalam Undang-Undang yang berlaku di Indonesia. Jadi, semua sudah memiliki tata cara dan ketentuan masih-masing.

Melalui definisi di atas, Anda sudah dapat menyimpulkan bahwa perbedaan spin off dan split off sangatlah nyata. Meski demikian, keduanya sama-sama termasuk ke dalam proses pemisahan divisi suatu perusahaan. (R10/HR-Online)

- Advertisment -