Senin, Februari 6, 2023
BerandaBerita CiamisPilkades di Panumbangan Gagal, Ketua Bapemperda Ciamis Soroti Pastisipasi Pemilih

Pilkades di Panumbangan Gagal, Ketua Bapemperda Ciamis Soroti Pastisipasi Pemilih

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Ketua Bapemperda yang juga Anggota Komisi A DPRD Ciamis Oih Burhanudin nilai kegagalan Pilkades di Kecamatan Panumbangan harus menjadi evaluasi panitia Pilkades kabupaten.

Oih mengatakan, ia khawatir hal itu terjadi kareana kurangnya sosialisasi penyelenggaraan Pilkades.

Padahal, ia sebelumnya sudah mengingatkan sebelum pelaksanaan agar poin pastisipasi pemilih di tingkat desa menjadi perhatian.

“Ternyata kekhawatiran itu terjadi di Kecamatan Panumbangan,” ujarnya, Senin (28/3/22).

Tingkat Partisipasi Pemilih Kurang

Berdasarkan laporan yang masuk ke DPRD, lanjutnya, khusus di Desa Sindangbarang tingkat partisipasinya hanya mencapai 48,82 persen.

Sehingga hal itu tidak memenuhi kuorum dan Pilkades itu harus mengulangnya pada 2024 mendatang.

“Nah salah satu persoalannya itu masyarakat sudah tahu siapa yang dilantik karena salah satu dari calon kades meninggal dunia,” imbuhnya.

Sesuai aturan yang berlaku, kata Oih, bila di suatu desa hanya ada dua calon dan satu meninggal, maka Pilkades tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

Namun, bila ada yang meninggal salah satunya maka yang dilantik adalah calon yang masih hidup.

“Karena aturan ini membuat masyarakat enggan datang ke TPS, sehingga partisipasi pun kurang. Makanya kami dari Bapemperda akan mempelajari aturan itu,” terangnya.

Selain soal partisipasi pemilih, ia juga menyoroti kurangnya peminat menjadi calon kades, sehingga banyak desa yang hanya da dua calon seperti di Panumbangan.

Ia menyebut lagi bahwa hal ini terjadi karena kurangnya sosialisasi dan kekurangtahuan masyarakat terkait tugas dan fungsi kepala desa.

“Seperti halnya soal pendapatan, kalau Kades dulu hanya mengandalkan dari tanah bengkok, sedangkan sekarang sudah ada penghasilan tetap. Ini kan sudah jelas perhatian pemerintahnya dan seharusnya bisa membangkitkan minat jadi calon kades,” ucapnya.

Ia harap agar kejadian itu tidak terulang lagi dan harus menjadi evaluasi di tingkat kabupaten, terutama soal partisipasi dan minat jadi calon kades. (Fahmi/R6/HR-Online)