Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaBerita PangandaranTak Malu Belajar, Nenek-nenek di Pangandaran Wisuda Khatam Al-Qur'an

Tak Malu Belajar, Nenek-nenek di Pangandaran Wisuda Khatam Al-Qur’an

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Nenek-nenek dari jamaah pengajian Masjid Riyadul Amanah, Dusun Sindangkerta, Desa Karangpawitan, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, wisuda khatam Al-Qur’an setelah menamatkan baca Al-Qur’an sampai juz 30, Selasa (15/3/2022).

Mereka berumur kisaran 50 sampai 60 tahun, tetapi masih semangat belajar mengaji selama 4 tahun, dan akhirnya menamatkan pelajaran Al-Qur’an juz 30.

Baca Juga: Sambangi Keluarga Hasan Husen, Bupati Pangandaran Janjikan ini

Pengasuh Kyai Asep Apandi mengatakan, berawal dari pengajian waktu itu dirinya terbersit pertanyaan apakah ibu-ibu tersebut bisa membaca Al-Qur’an.

Saat itu, ia berpikir alangkah berdosanya dirinya apabila mereka yang sudah tua tidak bisa membaca Al-Qur’an.

“Awalnya saya tanya ke ibu-ibu itu, bisa baca Al-Qur’an tidak Bu? Jawaban mereka serentak ‘kami mau belajar Pak Kyai’ jawab mereka. Akhirnya sejak saat itu belajar Al-Qur’an pun dimulai,” kata Kyai Asep Apandi. 

Kyai Asep Apani dibantu Ustadz Ahmad Sidiq, S.Pd mulai mengajari nenek-nenek tersebut mulai dari huruf, harokat sampai bacaan tajwidnya.

“Banyak pengorbanan terutama mengatur waktu belajarnya, maklum semuanya sudah nini-nini,” ujar Kyai Asep Apandi.

Kyai Asep Apandi terus menyemangati para nenek tersebut. Ia bahkan sempat mengatakan, jangan malu untuk belajar.

Kesulitan Nenek-nenek di Pangandaran Saat Belajar Membaca Al-Qur’an

Menurutnya, memang awalnya pertemuan ibu-ibu ini sulit tetapi lama-kelamaan rutin juga untuk belajar membaca Al-Qur’an. Mereka punya hak untuk bisa membaca Al-Qur’an sebelum meninggal nanti.

Nini-nini ini belajar kurang lebih 3 sampai 4 tahun mereka belajar membaca Al-Qur’an, semoga ini bisa menjadi Inspirasi dan motivasi untuk yang belum bisa agar tidak malu-malu belajar walaupun usia sudah tua,” ungkapnya.

Masih menurut Kyai Asep Apandi, mereka belajar dari nol, setiap malam waktu belajar Al-Qur’an minimal 3 kali dalam seminggu.

“Karena maklum ibu-ibu yang sudah pada punya cucu. Awalnya yang mengikuti ada 30-an orang, tetapi setelah akhirnya khataman menjadi 17 orang,” tuturnya.

Para nenek di Pangandaran tersebut cukup antusias belajar Al-Qur’an. Bahkan mereka juga tak malu saat naik panggung untuk membaca Al-Qur’an disaksikan anak dan cucunya.

“Alhamdulillah mereka walaupun nini-nini untuk belajar Al-Qur’an lumayan masih semangat. Terlebih setelah mereka naik panggung disaksikan anak dan cucunya hafalan juz 30, ke depan insyaallah akan kami lanjutkan,” katanya.

Sementara peserta khotmil Al-Qur’an, nenek Ratini Yuniawati (50) yang beralamat di Dusun Sindangkerta, RT 39, RW 12, Desa Karangpawitan mengaku senang dan bangga, di usianya yang sudah tua tetapi masih bisa belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an.

“Baru kali saya naik panggung wisuda khotmil Al-Qur’an dan disaksikan anak cucu. Sudah tua tapi saya merasa bangga karena bisa cari ilmu karena wajib,” katanya. (Madlani/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -