Selasa, September 27, 2022
BerandaBerita TerbaruTanda Rem Mobil Masuk Angin dan Mengatasinya dengan Teknik Bleeding

Tanda Rem Mobil Masuk Angin dan Mengatasinya dengan Teknik Bleeding

Tanda rem mobil masuk angin perlu Anda waspadai dengan cermat. Hal ini bisa mengakibatkan masalah besar, termasuk kecelakaan.

Seperti yang sudah banyak masyarakat ketahui jika rem pada kendaraan menjadi komponen penting. Bahkan dengan adanya komponen yang satu ini, membuat Anda lebih aman berkendara.

Setiap mobil memiliki komponen yang beragam guna membuat kendaraan bisa berfungsi secara normal. Jika rem tidak berfungsi dengan tepat, bukan hanya membahayakan diri sendiri saja, namun juga orang lain.

Bahkan sebagian besar kecelakaan lalu lintas terjadi akibat rem mobil bermasalah. Sebenarnya masalah pada rem mobil memang cukup beragam. Namun yang sering terjadi yaitu rem ngempos atau bisa dibilang masuk angin.

Jika sudah terjadi hal seperti ini, sebaiknya segera Anda periksa. Melakukan perawatan dan pengecekan pada kendaraan sebelum bepergian adalah cara tepat yang wajib Anda lakukan.

Hal ini berfungsi agar kendaraan tetap aman dan risiko terjadinya kecelakaan kecil. Anda juga perlu tahu apa saja tanda rem mobil masuk angin sehingga bisa segera mengatasinya.

Baca juga: Injakan Rem Mobil Terlalu Dalam, Pertanda Fungsinya Kurang Optimal

Ketahui Tanda Rem Mobil Masuk Angin

Rem menjadi komponen vital pada setiap kendaraan, termasuk mobil. Jika rem mengalami kerusakan, mengakibatkan banyak masalah yang muncul. Salah satunya risiko kecelakaan akan jauh lebih besar.

Untuk menjaga keselamatan berkendara, ada baiknya jika Anda melakukan pengecekan secara berkala. Pastikan rem dalam kondisi baik agar tidak membahayakan Anda dan orang lain.

Banyak masalah yang bisa muncul pada rem, Anda pun perlu tahu ciri-cirinya. Berikut ini ada beberapa tanda rem masuk angin.

Pedal Rem Terasa Ringan

Salah satu tanda rem mobil masuk angin bisa Anda rasakan saat memfungsikannya. Masuk angin atau kedinginan memang sebutan bagi sistem rem hidrolik saat ada gelembung udara masuk.

Saat masalah ini terjadi, tentunya akan membahayakan. Hal ini karena saat rem diinjak, maka akan terasa ngempos sehingga menjadi blong. Rem akan terasa ringan karena ada angin yang masuk.

Sistem hidrolik menyerap tekanan yang pedal rem berikan. Biasanya masalah ini muncul pada mobil yang sudah lama tidak beroperasi. Jika bukan, Anda mungkin tak pernah melakukan pemanasan di pagi hari.

Sebaiknya jangan anggap sepele tanda yang Anda rasakan. Ada baiknya jika Anda melakukan pengecekan hingga kondisinya benar-benar berfungsi optimal.

Jika Anda tidak bisa memperbaikinya sendiri, segeralah membawanya ke bengkel profesional dan terpercaya.

Baca juga: Rem Mobil Matic Bunyi Krek Sebagai Tanda Timbulnya Sistem Bermasalah

Cara Memperbaiki Rem Mobil Masuk Angin

Sebenarnya tanda rem mobil masuk angin bisa Anda rasakan dengan mudah. Hal ini bisa membantu Anda untuk lebih berhati-hati dalam berkendara.

Meski penyebab munculnya masalah tersebut cukup banyak, tidak ada salahnya jika Anda segera mengatasinya. Untuk mengatasi kondisi ini, Anda bisa lakukan proses bleeding.

Bleeding itu sendiri adalah cara untuk mengatasi rem masuk angin dengan membuang udara dalam sistem hidrolik. Prinsip yang digunakan yaitu tekanan.

Saat mobil mengalami masalah ini, proses bleeding harus dilakukan oleh 2 orang. Kedua orang yang melakukan bleeding memiliki tugas masing-masing.

Satu orang sebagai operator pedal rem dan satunya bersiap pada bagian aktuator pengereman. Namun ada baiknya Anda cek terlebih dulu apakah mobil tersebut menggunakan sistem ABS atau tidak. Jika tidak Anda nonaktifkan, maka sistem ABS akan menghambat proses bleeding.

Teknik Melakukan Proses Bleeding

Ada beberapa langkah dalam melakukan proses bleeding saat tanda rem mobil masuk angin terdeteksi, yakni:

  1. Tancapkan selang bleeding pada nepel bleeding ke kaliper rem
  2. Selanjutnya bisa kocok rem dengan cara menekan pedal rem secara berkelanjutan hingga terasa keras
  3. Jika sudah, bisa tahan pedal rem pada posisi bawah
  4. Buka baut nepel bleeder secara cepat dan segera tutup kembali
  5. Gelembung udara keluar dari dalam nepel, lakukan beberapa kali
  6. Ada baiknya Anda juga cek kondisi minyak rem saat proses bleeding berjalan. Proses ini memang membutuhkan minyak rem dan akan terkuras sedikit demi sedikit. Jangan sampai minyak rem habis
  7. Jika semua langkah sudah Anda lakukan, segeralah untuk membersihkan ceceran minyak rem agar mengurangi risiko korosif. Dengan teknik ini, tanda rem mobil masuk angin sudah tidak akan Anda rasakan kembali. (R10/HR Online)