Selasa, Juni 28, 2022
BerandaBerita TerbaruTeori Mengembang dan Memampat, Ini Kelebihan serta Kekurangannya!

Teori Mengembang dan Memampat, Ini Kelebihan serta Kekurangannya!

Teori mengembang dan memampat merupakan kombinasi dari Big Bang dan Big Crunch sebagai bagian dari peristiwa siklus pembentukan alam semesta.

Jadi, jika teori satu ini terbukti benar, maka alam semesta yang kita tinggali saat ini berada di antara ledakan besar (Big Bang) dan remukan besar (Big Crunch).

Dengan kata lain, alam semesta kita bisa saja menjadi fase pertama dalam pembentukan universe lainnya.

Mengenal Teori Mengembang dan Memampat

Seperti yang kita ketahui, di dalam teori Big Bang menjelaskan bahwa awal mula terbentuknya alam semesta adalah dari sebuah ledakan besar. Ledakan tersebut berasal dari entitas yang sangat panas, padat, dan kecil.

Baca Juga: Teori Alam Semesta Quantum: Semesta Tanpa Ruang Hampa, Benarkah?

Nyatanya, jika kita melihat kembali kemungkinan saat terjadinya ledakan besar, maka kita dapat mencapai di titik keganjilan yang dicirikan dengan energi dan kepadatan tinggi tiada habisnya, sama halnya tanpa volume.

Tentu saja deskripsi tersebut sangat bertentangan dengan hukum fisika yang sudah ada. Bahkan beberapa kosmologi mempercayai bahwa alam semesta akan mencapai titik maksimal sebelum kembali meledak.

Untuk memperbaiki dilema yang ada, beberapa ilmuwan mengemukakan bahwa alam semesta tidak akan mencapai titik keganjilan tersebut.

Dorongan kuat yang disebabkan oleh efek kuantum dari gravity akan membuat alam semesta mengalami ledakan Big Bang yang kemudian Big Crunch ikuti.

Adanya goncangan yang terjadi mengakhiri alam semesta yang lama dan akan memulai kembali.

Kemudian hal tersebut menjadi sebuah teori baru, yaitu teori mengembang dan memampat. Teori ini juga memiliki nama lain sebagai ekspansi dan kontraksi.

Fred Hoyle adalah orang yang ada di balik teori ini. Ia merupakan seorang pakar astrofisika dari Inggris. Menurut teori mengembang dan memampat, jagat raya atau alam semesta memang terbentuk akibat adanya siklus dari materi.

Siklus tersebut berasal dengan massa yang mengembang akibat keberadaan reaksi inti hidrogen. Materi tersebut akhirnya menciptakan ledakan yang luar biasa. Pada saat itulah galaksi-galaksi akan mulai terbentuk.

Baca Juga: Galaksi Tak Beraturan: Definisi, Ciri, Bentuk, dan Jenisnya

Menurut perkiraan, tahap pembentukan galaksi memakan waktu hingga 30 miliar tahun untuk dapat terbentuk dengan sempurna.

Bagaimana Proses Pembentukan Bumi?

Dalam teori mengembang dan memampat dijelaskan bahwa alam semesta berawal dari ledakan besar yang akhirnya menghasilkan galaksi.

Galaksi tersebut tentu berisi planet, bintang, dan lain sebagainya. Semua benda tersebut terbentuk dari serpihan debu dan awan hidrogen akibat ledakan yang terjadi.

Kombinasi tersebut akhirnya menghasilkan bintang, salah satunya adalah Matahari. Selain debu dan awan hidrogen, nyatanya ledakan juga menghasilkan gaya gravitasi.

Gaya gravitasi yang terdapat antar molekul membuat gerakan memutar dengan bagian perutnya adalah Matahari. Gumpalan lainnya akhirnya menjadi planet-planet yang ada di sekitarnya.

Ketika terjadi sapuan daya pancar Matahari, planet yang tercipta akan menjadi lebih kecil dan padat seperti Bumi, Merkurius, dan Venus dengan jarak ideal.

Segala komponen tersebut akhirnya menjadi galaksi yang luas dan akan meredup. Kemudian memampat kembali dengan keluarnya pancaran panas yang sangat tinggi terlebih dahulu.

Setelah tahap memampat terjadi, selanjutnya semesta akan mengembang kembali dan terus seperti itu sampai kapanpun.

Kelebihan dan Kekurangan Teori

Setiap teori memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Salah satu kelebihan teori mengembang dan memampat ini adalah paling dekat dengan keadaan sebenarnya.

Para ilmuwan telah memastikan bahwa sebenarnya alam semesta memiliki keadaan yang terus mengembang. Bukti perkembangan alam semesta inilah yang menjadi salah satu bukti kuat teori mengembang dan memampat.

Baca Juga: Misteri Isi Lubang Hitam Akhirnya Berhasil Ilmuwan Ungkap?

Karena alam semesta terus mengembang, maka jika bergerak mundur dalam waktu, alam semesta berarti telah memulai perkembangannya dari sebuah titik awal.

Selain itu, teori ini juga tidak bertentangan dengan Big Bang yang menjadi kandidat paling kuat sebagai teori pembentukan alam semesta.

Sedangkan kekurangan atau kejanggalan dari teori ini adalah tidak menjelaskan alasan mengapa alam semesta dan tata surya bisa mengalami ledakan dahsyat.

Tidak ada penjelasan alasan terjadinya ledakan yang membuatnya menuai banyak pertanyaan. Sebab, tidak mungkin ledakan yang besar dan dahsyat terjadi secara tiba-tiba.

Bagaimanapun juga, teori mengembang dan memampat hanyalah satu dari teori untuk membuktikan cara terbentuknya alam semesta kita yang masih belum terungkap hingga saat ini. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -