Sabtu, Februari 4, 2023
BerandaBerita TerbaruUsia Tata Surya Kita Sama dengan Matahari? Berikut Penjelasannya!

Usia Tata Surya Kita Sama dengan Matahari? Berikut Penjelasannya!

Usia tata surya selalu menarik untuk menjadi bahan perbincangan. Bagaimana tidak, hingga saat ini belum ada studi yang dapat menguak fakta tersebut.

Memang para ilmuwan melakukan beberapa perhitungan mengenai umur dari tata surya kita. Mereka menyebut perkiraan usia alam semesta kita adalah 13,8 miliar tahun.

Para ilmuwan juga tentunya tahu bahwa ketika alam semesta muncul, tidak semua yang ada di dalamnya juga terbentuk secara spontan, termasuk tata surya.

Baca Juga: Perbedaan Tata Surya dan Alam Semesta yang Masih Jarang Diketahui

Sama dengan Matahari, Berapa Usia Tata Surya Kita?

Jika berbicara mengenai tata surya kita, maka tentunya tidak bisa lepas dari Matahari. Benda langit satu merupakan unsur utama di dalam tata surya Bumi.

Matahari memegang peranan penting sebagai bintang utama. Di Bumi sendiri Matahari memegang peranan sebagai penyumbang energi terbesar.

Panas Matahari menjadi satu-satunya yang dapat menghangatkan suhu planet di sekitarnya. Untuk mengetahui umur pasti dari tata surya, maka ilmuwan terlebih dahulu mengetahui kapan Matahari terbentuk.

Dalam menguak fakta tersebut, para ilmuwan menggunakan metode analisis meteorit. Tujuan dari analisis tersebut adalah untuk menentukan peluruhan radioaktif dari dua elemen, yaitu kalium dan uranium.

Dengan menggunakan pengetahuan bahwa semua material akan meluruh secara radioaktif sehingga menjadi satu isotop. Maka hanya perlu menentukan waktu paruh material dalam meteorit tersebut.

Baca Juga: Planet Terdingin di Tata Surya Disandang Uranus, Ini Alasannya!

Sebuah studi membahas bagaimana bahan tersebut dapat memiliki waktu hingga 700 juta sampai 100 miliar tahun.

Mereka menggabungkan penanggalan radiometrik untuk menentukan waktu terakhir kali batu yang sedang dianalisis melebur atau cukup terganggu untuk menyatu kembali ke unsur-unsur radioaktifnya.

Penggunaan teknik ini membuat para ilmuwan berhasil mengetahui bahwa meteorit yang mereka teliti berusia 4,6 miliar tahun.

Sedangkan batuan yang ada di Bumi juga mereka pelajari dengan cara sama ternyata hanya berumur sekitar 4,3 tahun.

Meteorit yang ilmuwan teliti berbentuk piringan dan terbentuk pada waktu bersamaan dengan Matahari. Oleh karena itu mereka menyimpulkan bahwa Matahari berumur 4,6 miliar tahun, sama dengan usia tata surya ini.

Baca Juga: Contoh Bintang Semu di Tata Surya, Apa Bedanya dengan Bintang Nyata?

Tahapan Penciptaan Tata Surya

Ada banyak teori yang mengemukakan proses terbentuknya tata surya. Namun begitu, banyak ilmuwan sepakat bahwa tata surya terbentuk ketika konsentrasi debu dan gas yang besar berkumpul.

Kumpulan tersebut menghasilkan bintang. Proses yang sama juga terjadi dalam pembentukan Matahari.

Gas-gas menggumpal dengan cepat dan menjadi sangat padat. Hal itu membuat bagian tubuh gas yang tumbuh akhirnya runtuh dengan sendirinya.

Ketika tekanan mencapai jumlah tertentu, fusi terjadi dan hidrogen akan berubah menjadi helium sehingga menyebabkan angin kencang yang mengeluarkan sisa material dari dalam tubuh gas.

Para ilmuwan percaya bahwa segala sesuatu yang ada di dalam tata surya tercipta dari cakram ini. Planet, bulan, asteroid semua mengumpul dan berkelompok dengan mempertahankan orbit.

Mereka telah mengorbit Matahari setara dengan usia tata surya kita, yakni 4,6 miliar tahun dan akan terus begitu hingga miliaran tahun ke depan. (R10/HR-Online)