Rabu, Juli 6, 2022
BerandaBerita TerbaruKeteladanan Nabi Syuaib Jujur dalam Jual Beli dan Gigih Berdakwah

Keteladanan Nabi Syuaib Jujur dalam Jual Beli dan Gigih Berdakwah

Keteladanan Nabi Syuaib dalam sejarah Islam ternyata juga berpengaruh bagi kehidupan manusia zaman sekarang ini.

Walaupun kita belum pernah bertemu secara langsung dengan para nabi Allah, akan tetapi mereka mempunyai keteladanan yang menginspirasi bagi kehidupan kita.

Tidak hanya Nabi Muhammad SAW yang ikut menyebarkan serta memperluas ajaran agama Islam. Akan tetapi, juga bagi para nabi yang sebelum Nabi Muhammad.

Perlu Anda ketahui, Syuaib merupakan seorang nabi yang Allah utus untuk berdakwah, kepada kaum madyan. Sekarang ini mungkin banyak yang mengenal kota tersebut karena sudah masuk dalam wilayah Yordania.

Tidak hanya itu saja, mereka juga terkenal mempunyai sifat curang ketika melakukan jual beli.

Mereka tidak jujur dalam melakukan jual beli. Kematian tersebut juga karena menolak adanya ajakan untuk bertaubat yang didakwahkan oleh Syuaib.

Hingga pada akhirnya Allah pun murka. Seluruh kaum madyan mendapatkan azab dari Allah SWT karena ulah mereka sendiri.

baca juga: Keteladanan Nabi Musa Selalu Percaya dengan Pertolongan Allah SWT

Beberapa Keteladanan Nabi Syuaib

Bukan hanya tidak jujur dalam melakukan jual beli, tetapi mereka juga menyembah sebuah pohon yang bernama Atikah. Selain itu, kaum madyan juga sering berbuat maksiat, mengurangi timbangan, dan melakukan perbuatan tercela.

Sebab itulah Allah mengutus Nabi Syuaib untuk mengajarkan kepada mereka apa itu tauhid.

Nah, keteladanan Nabi Syuaib juga tidak bisa terbebaskan akan hal tersebut. Sebagai utusan Allah, Syuaib kemudian memberikan ajaran aqidah serta agama Islam kepada kaumnya.

Apakah usaha yang dilakukan utusan Allah tersebut akan membuahkan hasil yang maksimal?

Dalam usahanya untuk mengajarkan tauhid kepada kaum madyan, hanya terdapat beberapa orang saja yang mau mengikuti ajarannya. Masih banyak kaum madyan yang tidak menghiraukan apa yang Nabi Syuaib ajarkan.

Apakah hal tersebut membuat Nabi Syuaib berhenti dan menyerah?

baca juga: Keteladanan Nabi Zakaria, Tidak Ada yang Tidak Mungkin Bagi Allah SWT

Gigih dalam Berdakwah

Mengetahui bagaimana respon dari kaum madyan, tidak membuat Nabi Syuaib menyerah. Suatu hari, Nabi Syuaib menjelaskan tentang keesaan Allah kepada mereka.

Justru, salah satu dari mereka ada yang mengatakan, wahai Syuaib tidak usah kau banyak bicara. Apa yang kami lakukan ini sudah menjadi turun temurun.

Sedangkan kamu itu hanyalah seorang anak yang lahir kemarin sore. Tahu apa kau tentang kami?

Padahal nabi Syuaib juga sudah menjelaskan kepada mereka kelak Allah akan mendatangkan azab dan memberi keteladanan yang baik. Tapi pada kenyataannya apa yang dikatakan mengenai azab dari Allah SWT tersebut tidak memberi efek apapun.

Mereka masih tidak mau beriman kepada Allah SWT. Begitu kerasnya kekufuran mereka yang sudah mendarah daging.

Sebagai utusan Allah, tidak henti-hentinya Nabi Syuaib itu mengajarkan kebenaran. Ia juga selalu memberikan contoh serta teladan yang baik untuk kaum madyan.

Nabi Syuaib juga terkenal mempunyai cara berdagang yang jujur. Tidak pernah mengurangi timbangan, hal tersebut juga menjadi keteladanan Nabi Syuaib yang harus kita amalkan.

baca juga: Keteladanan Nabi Ilyasa As, Penerus Dakwah Nabi Ilyas As

Azab Allah

Karena mereka tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh manusia pilihan Allah disebut. Tak lama kemudian muncul awan hitam yang menggelayut di langit.

Mereka beranggapan bahwa awan hitam tersebut malah akan menurunkan hujan, membantu menghilangkan rasa panas.

Dengan begitu mereka juga menganggap bahwa azab yang mereka derita sudah akan berakhir.

Mengetahui adanya awan hitam tersebut semua kaum madyan keluar dan berkumpul tepat di bawah awan hitam tersebut.

Tapi apa yang terjadi sebenarnya? Alangkah terkejutnya mereka, sebab yang keluar bukanlah air melainkan semburan api yang panas.

Membuat mereka musnah. Azab Allah itu benar-benar ada nyata.

Siapapun yang melanggar apa yang sudah menjadi ketentuan dari Allah SWT, ia yang akan menuai balasannya kelak.

Manusia itu bukan siapa-siapa. Hanya sosok dari tanah, akan kembali ke tanah.

Tidak bisa melakukan apapun tanpa adanya uluran dari Allah. Sebagai tanah seharusnya tawadhu bukan meninggi seolah seperti langit.

Jadi, keteladanan Nabi Syuaib yang bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari adalah selalu berlaku jujur dalam urusan jual beli serta tidak mengurangi timbangan. Gigih dalam berdakwah dan berusaha dengan keras untuk menjalankan apa yang menjadi perintah dari Allah SWT. Taat dan percaya dengan apa yang sudah Allah katakan. (Muhafid/R6/HR-Online)