Rabu, Juli 6, 2022
BerandaBerita TerbaruKeteladanan Nabi Zakaria, Tidak Ada yang Tidak Mungkin Bagi Allah SWT

Keteladanan Nabi Zakaria, Tidak Ada yang Tidak Mungkin Bagi Allah SWT

Keteladanan Nabi Zakaria selalu sabar untuk mendapatkan apa yang ia cita-citakan dan inginkan. Kisah ini sangat menginspirasi untuk kehidupan sekarang ini.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Nabi Zakaria juga termasuk dalam 25 Nabi yang wajib untuk kita imani. Kisah nabi yang satu ini juga menjadi teladan bagi para orangtua, untuk tidak menyerah ketika mereka ingin mendapatkan momongan.

Tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT. Apabila Allah sudah menghendaki, maka hal tersebut akan terjadi.

Mungkin sampai sekarang ini masih sedikit orang yang mempercayai akan hal tersebut.

Namun adanya kisah Nabi Zakaria dengan istrinya, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa apapun yang menurut manusia itu mustahil bisa saja terjadi. “Karena jika Aku sudah mengatakan Kun Fayakun maka akan terjadi.”

Nabi Zakaria hidup bersama istrinya yang bernama Isya binti Faqudz. Sudah berpuluh-puluh tahun pasangan tersebut menikah, namun tak kunjung dikaruniai momongan.

Bahkan dalam kisahnya, istri Zakaria tersebut divonis mandul. Maka dengan demikian, sang istri tidak bisa mempunyai ataupun memberikan keturunan.

baca juga: Keteladanan Nabi Ilyasa As, Penerus Dakwah Nabi Ilyas As

Keteladanan Nabi Zakaria As yang Menginspirasi

Nabi Zakaria mendapat tugas dari Allah untuk mendakwahi kaumnya, yakni Bani Israil. Akan tetapi, upaya tersebut tidak kunjung membuahkan hasil.

Bahkan sangat sedikit kaum Bani Israil yang akhirnya mau mengikuti ajaran Islam. Hal tersebut juga bisa dikatakan merupakan bujukan Nabi Zakaria As.

Perlu Anda ketahui, sebenarnya istri Nabi Zakaria itu merupakan orang Bani Israil yang dulunya tidak percaya adanya Allah.

Datanglah Nabi Zakaria yang Allah tugaskan untuk menyebarkan serta mengajarkan agama Islam. Sehingga Isya binti faqudza memutuskan untuk menjadi pengikutnya.

Hal tersebut juga menjadi penyebab mengapa Nabi Zakaria memutuskan untuk menikahi istrinya tersebut.

Apakah dengan menikahnya Zakaria dengan Isya, membuat dakwahnya semakin mudah? Tetap saja penduduk banyak Israel tidak mau menyembah Allah dan berpegang teguh kepada keyakinan yang penuh dengan kemaksiatan.

baca juga: Keteladanan Nabi Ayyub yang Tetap Sabar, Syukur, dan Taat Kepada Allah

Berdoa Kepada Allah

Bagaimanapun Nabi Zakaria melakukan banyak upaya untuk mendakwahi kaum Bani Israil, ternyata masih belum membuahkan hasil yang maksimal. Mereka juga masih keras kepala tidak mau mengikuti ajaran Allah.

Kemudian memilih apa yang sudah menjadi keyakinan mereka yang tidak mengantarkan kepada kebenaran.

Meskipun begitu, kaum Bani Israil tidak menyadari bahwa apa yang menjadi keyakinan mereka selama ini hanya penuh dengan kemaksiatan. Bahkan akan menyengsarakan diri mereka sendiri.

Nabi Zakaria paham betul bahwa keimanan kaum Bani Israil itu sangat lemah. Meskipun banyak yang menentang apa yang Nabi Zakaria sampaikan, tidak membuat ia membenci kaum Bani Israil.

Justru ia berdoa kepada Allah supaya Allah memberikan keturunan yang nantinya akan meneruskan amanahnya. Utusan Allah tersebut juga merasa khawatir akan keselamatannya serta kaum yang mengikuti ajarannya.

Tapi istrinya juga tak kunjung berbadan dua. Hal yang demikian itu juga menjadi keteladanan Nabi Zakaria yang harus kita contoh, ia selalu bersabar.

Ketika ada yang membenci, maka tidak boleh membalasnya dengan kebencian pula.

Baca juga: Keteladanan Abu Dzar Al-Ghifari Sederhana, Sukses Dakwahkan Islam

Tidak Menyerah

Apapun yang menimpa Nabi Zakaria ternyata tidak membuat dirinya menyerah. Ia terus berusaha dan beribadah kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh.

Zakaria juga tidak berhenti berdoa kepada Allah untuk memohon ampunan serta keturunan.

Ia meminta keturunan kepada Allah supaya bisa menjadi penerus Nabi Yaqub As.

Karena Allah tahu bahwa Zakaria berdoa dengan ketulusan hati, maka Allah mengabulkan doanya dengan perantara malaikat Jibril.

Jibril mengatakan kepada Zakaria bahwa kelak istri Nabi utusan Allah tersebut akan melahirkan bayi yang bernama Yahya.

Kemudian Zakaria bertanya kepada Jibril, “Bukankah istriku itu mandul dan tidak bisa mempunyai anak?” Allah akan memberikan tanda-tanda akan hal tersebut.

Tanda berupa Zakaria tidak akan bisa bercakap-cakap dengan manusia selama tiga hari, meskipun kondisinya sehat wal afiat saat itu. Segera Zakaria mengabarkan hal tersebut kepada sang istri.

Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, semua sudah menjadi kehendak Allah SWT. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Itulah beberapa keteladanan Nabi Zakaria yang harus kita contoh dalam kehidupan sehari-hari. (Muhafid/R6/HR-Online)