Sabtu, Februari 4, 2023
BerandaBerita TerbaruPenemuan 5.500 Virus Baru di Lautan dengan Genetik RNA yang Langka!

Penemuan 5.500 Virus Baru di Lautan dengan Genetik RNA yang Langka!

Penemuan 5.500 virus baru di lautan sungguh membahayakan. Fakta ini berhasil terkuak dari sebuah studi yang para ilmuwan lakukan.

Dengan adanya bukti ini, maka semakin terlihat bahwa kondisi planet yang kita tinggali ini sangat mengkhawatirkan. Terdapat ribuan virus yang tersembunyi di bawah lautan.

Virus tersebut berupa RNA yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya.

Baca Juga: Gas Langka Bocor dari Inti Bumi Beri Bukti Sejarah Planet Ini Terbentuk?

Studi Penemuan 5.500 Virus Baru di Lautan

Virus merupakan salah satu kelompok biologis yang membahayakan. Berbagai macam virus sudah teridentifikasi saat ini di Bumi.

Siapa sangka, sekelompok tim ilmuwan analis materi genetik di lautan mengungkap fakta bahwa terdapat ribuan virus jauh di dalam sana. Mereka berhasil mengidentifikasi sekitar 5.500 virus yang belum teridentifikasi.

Penelitian ini berhasil dilakukan oleh tim dari Ohio State University dengan ketuanya bernama Ahmed Zayed. Hasil dari studi tersebut kemudian terbit di dalam jurnal Science.

Penemuan jenis virus baru yang sangat banyak di lautan ini tentunya menambah daftar virus yang sudah teridentifikasi sebelumnya. Lebih dari itu, penemuan ini cukup mengerikan.

Hal itu membuktikan bahwa Bumi yang kita tinggali ini memiliki keadaan yang cukup memprihatinkan.

Penelitian menggunakan analisis pembelajaran mesin bersama dengan pohon evolusi tradisional. Mereka menggunakan sekitar 35.000 sampel air laut dari seluruh dunia.

Baca Juga: Fosil Reptil Laut Ichthyosaurus Berusia 160 Tahun Direkonstruksi

Berupa Virus RNA Langka

Hal yang mengejutkan lainnya dari penemuan 5.500 virus baru di lautan adalah genetiknya yang dalam RNA (asam ribonukleat) dan bukan pada DNA (asam deoksiribonukleat).

Virus RNA cenderung berkembang lebih cepat daripada virus DNA. Selain itu, jenis dari virus DNA yang teridentifikasi lebih banyak dan berbeda-beda.

“DNA virus lebih banyak, terdiri dari jenis beragam dan umumnya berperan dalam sistem utama ekosistem. Sedangkan RNA virus memiliki lebih sedikit studi di luar dari regulasi penyakit,” tulis abstract dari jurnal Science tersebut.

Grup penelitian ini juga secara khusus mencari virus baru yang mengandung materi genetik RNA. Para penelitinya mengatakan bahwa komunitas ilmuan hanya memahami sedikit mengenai virus jenis ini, ketika datang ke dunia yang lebih luas.

“Dengan menggunakan pendekatan baru untuk pengoptimalan penemuan dan klasifikasi, kamu mengidentifikasi virus RNA yang memerlukan revisi substantif taksonomi (menggunakan filum dan menambahkan lebih dari 50% kelas baru) dan pemahaman lebih jauh mengenai evolusi mereka,” tambah di laporan penelitian.

Baca Juga: Alam Semesta Teramati Lebih Kecil? Ini Cara Menghitung Luasnya!

Klasifikasi Baru dengan Julukan Taraviricota

Berdasarkan laporan tersebut yang menunjukkan berbagai koleksi virus yang melimpah dan baru saja terdeteksi, terlihat belum hadir dalam filum atau klasifikasi yang sama.

Oleh karena itu, para ilmuwan mengusulkan untuk menjulukinya dengan “Taraviricota”. Hal itu mengacu kepada sumber 35.000 sampel air, yang berupa The Oceans Consortium.

“Terdapat banyak sekali keberagaman baru di sini dan seluruh filum. Taraviricota teridentifikasi di seluruh lautan yang menunjukkan bahwa mereka berperan penting secara ekologis,” jelas peneliti utama, Matthew Sullivan dari Ohio State University.

Ilmuwan juga menambahkan adanya kemungkinan bahwa penemuan 5.500 virus baru di lautan yang merupakan¬† Filum “Taraviricota” menjadi mata rantai yang hilang dalam evolusi virus RNA awal sejak miliaran tahun lalu. Sedangkan filum lainnya, “Arctiviricot” tersebar dengan luas dan dominan di lautan. (R10/HR-Online)