Rabu, Juli 6, 2022
BerandaBerita TerbaruProses Daur Karbon Secara Alami, Bagaimana Terjadinya?

Proses Daur Karbon Secara Alami, Bagaimana Terjadinya?

Proses daur karbon terjadi dalam beberapa tahap. Karbon sendiri merupakan unsur dasar dari tubuh makhluk hidup.

Itulah kenapa, persediaan karbon memegang peranan yang sangat penting. Karbon harus tersedia agar makhluk hidup dapat bertahan hidup.

Untuk menyediakan karbon tersebut, maka terdapat siklus karbon atau daur karbon.

Baca Juga: Simbiosis dalam Ekosistem, Berikut Jenis, Penjelasan, dan Contohnya!

Tahapan dalam Proses Daur Karbon

Daur karbon merupakan siklus biogeokimia yang sudah ada di planet ini sejak jutaan tahun lalu. Berikut ini proses terjadinya daur karbon dan penjelasannya.

Fotosintesis

Tahap pertama dalam daur karbon adalah fotosintesis. Organisme autotrof seperti halnya tumbuhan, bakteri, dan fitoplankton melakukan tahap ini.

Organisme autotrof akan menyerap karbon di udara berupa Karbon dioksida (CO2) atau air berupa ion bikarbonat (HC03-). Fotosintesis akan menghasilkan makanan dan membangun seluruh tubuh organisme autotrof.

Perpindahan Karbon dari Autotrof ke Heterotrof

Tahap selanjutnya adalah perpindahan karbon dari organisme autotrof ke heterotrof yang terjadi melalui rantai makanan. Organisme autotrof di dasar rantai makanan akan makhluk hidup lain konsumsi.

Saat itulah terjadi perpindahan karbon yang selanjutnya berguna untuk membangun jaringan tubuh.

Respirasi

Selanjutnya ada respirasi pada proses daur karbon. Respirasi merupakan proses pernapasan makhluk hidup.

Ketika bernapas, makhluk hidup akan menghirup oksigen dan mengalirkannya ke seluruh tubuh. Kemudian, molekul karbon akan dilepaskan pada respirasi sel.

Alhasil, makhluk hidup akan melepaskan karbon dari dalam tubuh kembali ke atmosfer Bumi.

Baca Juga: Perbedaan Ekosistem dan Ekologi di Dalam Lingkup Biologi, Simak di Sini!

Dekomposisi

Proses dekomposisi adalah penguraian sisa-sisa dari makhluk hidup. Sisa-sisa tersebut dapat berupa tumbuhan layu, kotoran makhluk hidup, hingga organisme mati.

Dekomposisi akan menguraikan zat organik menjadi bentuk yang lebih sederhana, termasuk juga karbon yang akan terlepas ke tanah dan udara.

Tidak hanya terurai, karbon di dalam tubuh makhluk hidup tersebut juga bisa kembali ke atmosfer dengan proses pembakaran.

Pembakaran Sumber Energi Fosil

Ada banyak sekali sumber energi fosil di Bumi ini. Misalnya Seperti batu bara, gas alam, dan minyak bumi.

Energi fosil tersebut terbentuk dari keberadaan karbon. Manusia kemudian akan menggunakan sumber energi fosil tersebut melalui proses pembakaran.

Pembakaran tersebut akhirnya melepaskan gas karbon dioksida yang akan kembali terlepas ke atmosfer. Karbon yang kembali ke atmosfer dan tanah kemudian dapat berguna untuk proses fotosintesis.

Secara singkat, organisme akan mengonsumsi karbon sepanjang hidupnya. Namun, tentu saja karbon akan kembali terlepas ke alam saat organisme tersebut mati.

Baca Juga: Reproduksi Tumbuhan Paku Secara Seksual dan Aseksual yang Unik

Sehingga, karbon dapat kembali berguna untuk organisme lain. Dengan begitu, maka kehidupan di Bumi akan menjadi stabil dengan organisme autotrof yang memegang peranan kunci dalam siklus.

Dilansir dari NASA Earth Observatory, di dalam proses daur karbon biologi, terdapat sekitar 1.000 hingga 100.000 juta metrik ton karbon yang bergerak setiap tahunnya. Hal itu tentu saja membuat siklus karbon biologis dapat terjadi dengan cepat. (R10/HR-Online)