Minggu, Agustus 14, 2022
BerandaBerita Tasikmalaya75 Warga Tasikmalaya Keracunan Massal Usai Syukuran Naik Haji

75 Warga Tasikmalaya Keracunan Massal Usai Syukuran Naik Haji

Berita Tasikmalaya (Harapanrakyat.com),- Sebanyak 75 warga Tasikmalaya mengalami keracunan massal usai menghadiri syukuran haji, Senin (30/5/2022). Peristiwa itu terjadi di Kampung Cimawate, Desa Tanjungjaya, Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Ada 300 orang warga yang hadir pada syukuran haji. Selain warga, 10 orang jemaah calon haji juga turut menjadi korban keracunan.

Warga yang mengalami keracunan massal ini mendapat pengobatan dari Puskesmas Sukaraja Tasikmalaya. Pihak Puskesmas pun menyediakan Posko Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Sampai Siang ini jumlah yang keracunan jadi 75 orang. Sedangkan yang calon jemaah haji ada 10 orang, sisanya warga biasa. Tamu undangnya 300 orang,” ujar Cecep Sirojul Huda, Petugas Medis Puskesmas Sukaraja.

Baca juga: Buruh Bangunan di Tasikmalaya Tersengat Listrik, Jatuh dari Lantai 3

Cecep menerangkan korban keracunan yang saat ini masih dirawat dibeberapa puskesmas. Rinciannya Puskesmas Sukaraja 8 orang, Puskesmas Urug 5 orang, Rumah Sakit TMC 6 orang dan Rumah Sakit Bunda Aisyah 3 orang.

“Sementara kita menduga ini dari makanan nasi Box. Mereka yang kami rujuk ke rumah sakit mengalami gejala dehidrasi, mual, muntah dan sakit perut,” ucapnya.

Sementara itu, polisi pun turun tangan dalam kasus warga Tasikmalaya keracunan masal ini. Petugas mengambil sejumlah sampel makanan, dari nasi boks, makanan ringan dan gelas air mineral. Kemudian akan melakukan uji laboratorium.

Kapolsek Sukaraja Iptu Puryono mengatakan beberapa sampel makanan yang dibawa seperti nasi, lontong, risol, tempe bacem, daging ayam, kue dan lauk pauk lainnya.

“Kami amankan sampel makanan untuk uji laboratorium,” Kata Iptu Puryono.

Warga dan jemaah haji yang keracunan rata-rata mengalami gejala mual, sakit perut dan buang air besar.

Pantauan HR Online, warga terus berdatang ke Puskesmas Sukaraja. Mereka datang dalam kondisi lemah. Mereka yang mengalami dugaan keracunan umumnya orang dewasa dan lanjut usia. (Apip/R9/HR-Online/Editor-Dadang)