Jumat, Juli 8, 2022
BerandaBerita PangandaranBEM FKIP Unsil Safari Angklung Goes To School di Pangandaran

BEM FKIP Unsil Safari Angklung Goes To School di Pangandaran

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Safari Angklung Goes To School menjadi salah satu cara sanggar seni Katumbiri Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP) Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, untuk melestarikan kesenian daerah tersebut.

Seperti kegiatan yang dilakukan di SDN 2 Karangsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (21/5/2022).

Pembina dan pelatih sanggar seni Katumbiri BEM FKIP Unsil Tasikmalaya, Tomi Ahmad Saputra mengatakan, program tersebut dalam rangka pelestarian seni angklung. Terutama targetnya adalah sekolah dasar yang ada di wilayah Priangan Timur.

“Safari Angklung Goes to School ini merupakan pengabdian kami untuk melestarikan kesenian angklung,” katanya saat ditemui di SDN 2 Karangsari, Sabtu (21/5/2022).

Sebab menurutnya, saat ini seni angklung di sekolah-sekolah sudah mulai berkurang diminati. Karena masih minimnya tenaga instruktur juga sarana prasarananya.

Tomi berharap, dengan kegiatan Safari Angklung Goes To School ini, kesenian angklung bisa bermasyarakat dan banyak digemari oleh siswa-siswi. “Terutama dari pemula dulu, yakni siswa sekolah dasar,” ucapnya.

Sementara untuk kegiatan tersebut, pihaknya menerapkan 5 poin dalam pelestarian seni angklung. Yaitu antara lain Sadar, Mau, Mampu, Bertahan, dan Berkembang.

“Poin tersebut khususnya bagi siswa SD terlebih dulu. Terutama para instruktur dan pelatih di setiap sekolah khususnya di Pangandaran, dan umumnya di Jawa Barat,” pungkasnya.

Pantauan HR Online, kegiatan Safari Angklung Goes To School BEM FKIP Unsil mendapat antusias dari siswa-siswi SDN 2 Karangsari.

“Alhamdulillah anak-anak antusias bisa mengenal lebih dekat salah satu alat kesenian daerah yakni angklung ini. Karena di sekolah kami masih terbatas kemampuan guru juga sarana prasarananya,” kata Kepala SDN 2 Karangsari Endang Mahmud.

Endang berharap, dengan kegiatan ini kedepan bisa lebih ditingkatkan lagi. Dan anak-anak menjadi lebih semangat, bisa memainkan alat kesenian daerah tersebut.

“Mudah-mudahan kedepan kesenian angklung ini masuk dalam kurikulum pendidikan di sekolah dasar,” harapnya. (Madlani/R5/HR-Online/Editor-Adi)