Jumat, Juli 8, 2022
BerandaBerita CiamisDosen Unigal Berupaya Lestarikan Populasi Ayam Pelung

Dosen Unigal Berupaya Lestarikan Populasi Ayam Pelung

Upaya Mempertahankan Sumber Genetik Ternak Nasional

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dosen Universitas Galuh (Unigal) berupaya melestarikan populasi ayam pelung.

Pasalnya, ayam pelung yang berasal dari Kabupaten Cianjur ini merupakan jenis unggas bersuara merdu dan kokok yang panjang.

Selain itu, ayam pelung juga merupakan jenis ayam yang sering dikompetisikan dan memiliki nilai jual yang tinggi. 

Ayam pelung merupakan salah satu sumber daya genetik ternak lokal dengan kualitas reproduksi yang cukup baik. 

Untuk itu, dosen Unigal beserta Kelompok Tani Taruna Pasti Hasil, berperan untuk menjaga, mempertahankan dan melestarikan populasi ayam pelung agar tidak mengalami kepunahan. 

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) mengusung tema Aplikasi Alat Penetas Telur berbasis Arduino Uno pada Pembibitan Ayam Pelung Pada Kelompok Tani Taruna Pasti Hasil Desa Dayeuhluhur, Jatinagara, Kabupaten Ciamis.

Ketua tim pengabdi, Heris Syamsuri, kepada HR Online, menyebutkan pentingnya menjaga kelestarian ayam pelung dari kepunahan dengan cara menjaga populasi agar terjaga dalam jumlah yang banyak. 

Caranya, kata Heris, menerapkan aplikasi teknologi tepat guna dengan tujuan meningkatkan keberhasilan saat proses penetasan telur.

“Sehingga dapat membantu masyarakat, khususnya peternak unggas, untuk menaikkan produktivitas penetasan telur dengan cara yang praktis dan efisien,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Irna Sari Maulani, anggota pengabdi, menegaskan, pihaknya ingin berbagi wawasan dan transfer teknologi dengan Kelompok Tani Taruna Pasti dengan membuat mesin penetas telur ayam pelung. 

“Metode yang digunakan dalam pembuatan mesin penetas telur adalah metode rekayasa teknik, dilakukan dengan studi literatur dan penerapan langsung di lapangan,” katanya.

Irna mengungkapkan, tahapan yang dilaksanakan pada kegiatan PkM ini yaitu, pertama sosialisasi kepada anggota Kelompok Tani Taruna Pasti Hasil mengenai pentingnya menjaga ekosistem ayam pelung agar tidak punah.

“Tahap kedua yang dilakukan adalah mempersiapkan bahan pembuatan mesin penetas telur ayam pelung,” tambah Irna.  

Kemudian, praktek dan pendampingan dalam pembuatan mesin penetas telur ayam pelung untuk selanjutnya dilakukan uji coba alat tersebut.  

Irna menambahkan, hasil pengujian terhadap 40 sample telur ayam pelung yang dimasukan ke dalam mesin penetas telur, 37 telur diantaranya berhasil menetas. 

“Artinya persentase penetasan sebesar 92,5%,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Heris dan Irna berharap, kegiatan PkM yang mereka laksanakan dapat memberikan kontribusi terhadap peternak ayam pelung di Indonesia, khususnya Kabupaten Ciamis. (Deni/R4/HR-Online)