Rabu, Juli 6, 2022
BerandaBerita TerbaruKeteladanan Nabi Ismail yang Taat Terhadap Perintah Allah dan Orangtua

Keteladanan Nabi Ismail yang Taat Terhadap Perintah Allah dan Orangtua

Keteladanan Nabi Ismail benar-benar menjadi kisah yang haru. Kita tahu bahwa Ismail, nabi yang mempunyai kisah tragis dan menyakitkan.

Bagaimana tidak? Ayahnya sendiri harus membunuh Ismail. Kisah tentang nabi Ibrahim dan Ismail pastinya sudah tak asing lagi

Bahkan, anak-anak TK juga sudah familiar dengan ajaran Islam tentang kisah kedua nabi tersebut.

Ibrahim dan Ismail termasuk dalam 25 nabi yang wajib untuk kita imani. Ismail mempunyai ketaatan dan kesabaran yang patut untuk kita contoh.

Zaman seperti ini, apakah ada anak yang mau atau rela disembelih Ayahnya?

Nabi Ibrahim As dan Siti Hajar merupakan orangtua dari Ismail. Sang Ayah termasuk Nabi Ulul Azmi, sebab Raja Namrud membakarnya, namun tidak mempan.

Perlu Anda ketahui, untuk mempunyai anak Ismail, sang Ayah harus menunggu beberapa tahun terlebih dahulu. Allah tak langsung mengaruniakan anak pada pernikahan Hajar dan Ibrahim.

baca juga: Keteladanan Nabi Syuaib Jujur dalam Jual Beli dan Gigih Berdakwah

Kisah Keteladanan Nabi Ismail dalam Islam

Perlu Anda ketahui, Ismail kecil itu lahir serta tumbuh menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia juga selalu mentaati perintah dari Allah SWT.

Sebagai anak yang berbakti, ia sering membantu ibunya menggembala ternak yang jumlahnya banyak.

Suatu hari saat umurnya sudah dewasa, sang ayah bermimpi sebanyak 3 kali dengan mimpi yang sama. Dalam mimpi tersebut Ibrahim memimpikan menyembelih anaknya tersebut.

Sebelumnya, sebagai sang ayah tentunya mimpi tersebut tidak membuatnya percaya. Bahkan Ibrahim mengira bahwa mimpi tersebut berasal dari setan.

Tapi setelah terjadi kegagalan, Ibrahim percaya bahwa mimpi tersebut merupakan perintah dari Allah.

Akhirnya Ibrahim menceritakan apa yang ia alami kepada anaknya yang bersangkutan. Ia sebagai nabi juga harus menjalankan apa yang menjadi perintah dari Allah SWT.

Ibrahim bercerita kepada anaknya, Ismail juga mengatakan hal yang sama. Bahwa mimpi tersebut merupakan perintah dari Allah Yang Maha Kuasa.

Ia juga mengatakan bahwa mimpi tersebut harus terlaksana.

Keteladanan Nabi Ismail bisa kita lihat dari responnya. Ia mengatakan bahwa ia tabah dan sabar.

Ia paham dirinya adalah orang yang beriman. Pelaksanaan mimpi ayahnya tersebut juga menjadi tanda bahwa ia adalah orang yang beriman kepada Allah dan hanya takut kepada Allah.

baca juga: Keteladanan Nabi Musa Selalu Percaya dengan Pertolongan Allah SWT

Lahirnya Ismail

Perlu Anda ketahui, bahwa keteladanan Nabi Ismail itu tidak akan luput dari kelahirannya. Seperti penjelasan sebelumnya, Ibrahim dan Sarah itu sudah menikah lama namun tak kunjung mempunyai anak. Bahkan pernikahannya sudah 10 tahun.

Walaupun begitu, Ibrahim tidak mau diam saja. Ia terus berdoa dan berusaha supaya Allah memberikan momongan.

Padahal suatu hari, Sarah juga mendapati dirinya itu adalah mandul. Supaya bisa mendapatkan anak, akhirnya Sarah berencana menjodohkan Ibrahim dengan Hajar, yang merupakan budaknya.

baca juga: Keteladanan Nabi Zakaria, Tidak Ada yang Tidak Mungkin Bagi Allah SWT

Hari Penyembelihan dan Keteladanannya

Hari penyembelihan Ismail pun tiba. Keteladanan Nabi Ismail yang bisa kita jadikan contoh adalah meskipun sudah tiba hari H untuk menyembelih dirinya, namun Ismail tetap tidak mengajukan penolakan apapun.

Sebagai seorang yang beriman kepada Allah serta taat kepada kedua orang tuanya, Ismail ingin menuruti apa yang akan ayahnya lakukan dan merupakan perintah dari Allah.

Karena ketaatannya kepada perintah Allah dan orang tuanya, Allah justru mengganti Ismail dengan seekor domba yang besar. Allah melakukan hal tersebut dengan melalui perantara malaikat Jibril.

Tepat sekali seperti yang sudah kita ketahui, bahwa kisah itulah yang menjadi kisah pertama ataupun perintah untuk melaksanakan ibadah kurban hari raya Idul Adha, setiap tanggal 10 zulhijah.

Ketabahan, ketaatan, serta kesabaran itulah yang merupakan keteladanan Nabi Ismail. Sekarang ini sudah seharusnya kita menjadikan kisah Nabi Ismail tersebut sebagai inspirasi untuk selalu berbakti kepada kedua orang tua.

Selalu membantu pekerjaan orang tua dan rela berkorban untuk menunjukkan keimanannya kepada Allah SWT.

Kisah keteladanan nabi tersebut benar-benar harus kita contoh dalam kehidupan sekarang ini. Apabila kita benar-benar berserah diri kepada Allah SWT. Allah akan memberikan pertolongan dan karuniaNya.

Selain itu, keteladanan Nabi Ismail lain yang bisa kita contoh, ia semasa kecil tetap sabar ketika Ayahnya meninggalkannya di lembah yang tandus. (Muhafid/R6/HR-Online)