Minggu, Juni 26, 2022
BerandaBerita BanjarPekerja Migran Asal Banjar Tak Bisa Pulang, Mahasiswa: Pemkot Harusnya Peduli!

Pekerja Migran Asal Banjar Tak Bisa Pulang, Mahasiswa: Pemkot Harusnya Peduli!

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Aktivitas Mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar, Jawa Barat, menyoroti perihal tidak adanya anggaran Pemkot untuk memulangkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bermasalah di luar negeri.

Ketua PMII Kota Banjar, Awal Muzaki mengatakan, seharusnya pemerintah mengalokasikan anggaran untuk antisipasi penanganan Pekerja Migran Indonesia yang memiliki kendala atau permasalahan.

Selain itu, pemerintah juga harus menggencarkan edukasi ataupun sosialiasi pembekalan kepada masyarakat terkait prosedur dalam mematuhi peraturan sebelum menjadi pekerja migran.

Baca Juga: Soal Pekerja Migran Asal Kota Banjar Tak Bisa Pulang, Walikota; Pemkot Tak Punya Anggaran

Sehingga, warga yang memiliki keinginan untuk bekerja di luar negeri memiliki bekal pengetahuan, kejadian serupa pun bisa diminimalisir. 

“Pemerintahan kota Banjar harus memberikan pengetahuan dan sosialisasi utamanya kepada warga yg memang punya keinginan untuk merantau ke luar negeri. Termasuk anggaran yang memadai,” kata Awal melalui keterangannya, Selasa (24/5/2022).

PMII Kota Banjar meminta agar pemerintah kota Banjar mengawal secara serius pekerja migran yang masih terkendala biaya tersebut supaya bisa kembali pulang ke tanah air.

Hal itu, kata Awal, karena kasus tersebut tidak hanya soal pekerja migran. Tetapi juga menyangkut marwah pemerintahan Kota Banjar tentang bagaimana melayani hajat hidup warganya.

“Tentu ini harus menjadi tanggung jawab bersama, sekalipun tidak ada anggaran. Tetapi pemerintah harus punya kepedulian bagi warganya,” katanya.

Terpisah Sekretaris Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Banjar, Ramdan Fauzi, menambahkan, pemerintah Kota Banjar harus lebih sigap dan lugas dalam membantu kepulangan Pekerja Migran tersebut.

Hal itu karena menurutnya kasus tersebut bagian dari pelayanan publik sehingga harus menjadi prioritas dan perhatian bersama.

“Pemerintah harus sigap. Ini menyangkut harkat martabat serta tanggung jawab Pemerintah Kota Banjar dalam hal salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat,” katanya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -