Senin, Juni 27, 2022
BerandaBerita BisnisPerbedaan Koin dan Token Crypto dari Nama Hingga Manfaatnya

Perbedaan Koin dan Token Crypto dari Nama Hingga Manfaatnya

Perbedaan koin dan token crypto masih banyak dari masyarakat yang belum mengetahuinya. Keduanya memiliki arti dan pengertian yang berbeda.

Saat ini perkembangan dunia crypto di Indonesia semakin berkembang pesat.

Ada banyak instrumen investasi yang kini hadir di dunia finansial. Bahkan hampir seluruh masyarakat mengetahui berbagai instrumen investasi termasuk uang digital.

Uang digital atau biasa disebut dengan uang kripto kini semakin banyak peminatnya. Selain bisa Anda manfaatkan untuk investasi jangka panjang, keuntungannya cukup besar.

Sama seperti pada jenis investasi lainnya, crypto juga hadir dengan berbagai istilah yang wajib Anda mengerti.

Dalam dunia crypto memang ada istilah koin dan token. Keduanya tampak sama, namun ada beberapa perbedaan yang membingungkan.

Keduanya bahkan tidak hanya berbeda dari segi namanya saja. Akan tetapi perbedaan koin dan token crypto bisa Anda lihat dari beberapa sisi.

Baca Juga: Investasi Uang Dingin dan Bagaimana Tips Mendapatkannya

Penjelasan Singkat Tentang Perbedaan Koin dan Token Crypto

Dalam dunia investasi uang digital banyak istilah yang harus Anda pelajari.

Ada dua istilah yang terkesan sama yaitu koin dan token crypto. Namun secara fundamental keduanya memiliki perbedaan.

Sehingga tidak hanya berbeda dari segi namanya saja, namun juga dari fungsi, asal muasal, hingga manfaatnya. Agar lebih jelas, Anda bisa tahu dari penjelasan singkat berikut ini:

Baca Juga: Investasi Staking Kripto, Salah Satu Cara Memperoleh Cuan yang Besar

Koin Crypto

Perbedaan koin dan token crypto terlihat dari beberapa sisi. Koin dalam dunia crypto merujuk pada aset digital. Aset tersebut dari jaringan blockchain independen yang membangunnya.

Aset koin crypto datang dari masyarakat yang mengembangkan protokol blockchain. Sehingga koin tersebut banyak yang menyebutnya sebagai aset crypto native atau penduduk asli.

Adapun karakteristik dari coin crypto yaitu dibangun di atas sistem blockchain.

Selain itu, menggunakan kriptografi sebagai jaringan keamanan dan terdesentralisasi. Bisa dibilang jika peredarannya tidak tergantung pada satu lembaga saja.

Jika Anda lihat dari manfaatnya, koin crypto untuk aset investasi dan penjagaan sistem blockchain.

Baca Juga: Prospek Investasi Cryptocurrency Akan Terus Berkembang

Token Crypto

Seperti yang sudah ada sejak awal jika perbedaan koin dan token crypto bisa tampak dari manfaat hingga asalnya. Token crypto itu sendiri adalah aset digital yang dibangun atas jaringan blockchain milik pihak lain.

Adapun beberapa prinsip dari token crypto yaitu programmable, transparency, permissionless, dan trustless. Token tercipta dari berbagai platform blockchain.

Adapun fungsi dari token crypto salah satunya sebagai media pembayaran. Misalnya token utilitas, sekuritas, non-fungible token, stable coins, dan token pembayaran.

Bahkan token juga sering berfungsi sebagai surat suara saat melakukan voting dalam bermusyawarah.

Pada umumnya voting ini terjadi antara pengguna dalam menentukan kebijakan baru. Terkait pada kebijakan beberapa platform aplikasi terdesentralisasi.

Melihat dari penjelasan tersebut dapat kesimpulan jelas atas perbedaan koin dan token crypto. Tampak perbedaan bukan dari namanya saja, melainkan asal muasal, hingga manfaatnya. (R10/HR-Online)

- Advertisment -