Kamis, Mei 26, 2022
BerandaBerita BisnisProspek Saham Emiten Sawit Tidak Stabil Akibat Larangan Ekspor CPO

Prospek Saham Emiten Sawit Tidak Stabil Akibat Larangan Ekspor CPO

Prospek saham emiten sawit mengalami tekanan untuk jangka pendek. Hal ini terjadi akibat adanya larangan ekspor CPO (crude palm oil) dan turunannya.

Saham sawit juga mengalami kecenderungan yang bervariasi menjelang libur lebaran tahun ini. Bahkan pada tanggal 28 April 2022 kemarin saham tersebut mengalami kenaikan dan penurunan yang cukup serius.

Seperti yang diketahui jika kini minyak kelapa sawit tengah mengalami perombakan harga yang cukup fantastis. Hal ini tentunya bukan tanpa alasan.

Ada banyak emiten sawit yang mengalami kemerosotan dan kenaikan hingga libur lebaran kemarin. Jangka pendek investasi yang terjadi ini memang cenderung tertekan.

Sampai adanya keputusan dari pemerintah mengakibatkan emiten tidak stabil. Pemerintah sampai kapan akan menutup keran ekspor di Indonesia.

Dengan adanya hal ini dapat disimpulkan jika prospek saham emiten sawit menekan kinerja CPO akibat tidak diperbolehkan ekspor.

Baca Juga: Harga Saham BUKA Rebound Justru Investor Bukalapak Menurun

Prospek Saham Emiten Sawit Cenderung Bervariasi

Saham sawit kini mulai mengalami prospek yang cukup bervariasi. Hal ini akibat adanya kebijakan berlakunya ekspor sawit.

Meski terjadi penurunan pendapatan dari emiten CPO, namun masih bisa berbalik arah. Mengingat harga CPO terus naik belum tentu juga diikuti gerak saham yang dapat dipertimbangan untuk jangka panjang.

Hal ini terjadi koreksi seperti yang telah terjadi pada emiten batu bara beberapa waktu lalu. Setelah dibuka kembali, maka harga saham batu bara justru mengikuti harga pasar.

Meski demikian, menurut Wawan Hendrayana selaku Vice President INFOVESTA terjadinya larangan ekspor CPO ini tidak berpengaruh terhadap IHSG.

Baca Juga: Cara Membaca Fundamental Saham untuk Para Investor Pemula

Adapun beberapa saham sawit yang mengalami penurunan dan kenaikan antara lain:

  1. Saham AALI justru turun sebesar 2,91% ke posisi Rp 12.500/saham
  2. Sedangkan untuk saham PT Smart Tbk (SMAR) justru naik tipis sebesar 0.43% ke posisi Rp 4.630/saham
  3. Berbeda untuk saham LSIP melemah 1,78% menjadi Rp 1.380/saham
  4. Saham SSMS tergelincir pada angka Rp 1.065/saham sebesar 1,84%
  5. Untuk posisi saham yang menguat 1% ke posisi Rp 505/saham oleh SIMP
  6. Selanjutnya saham GZCO ikut turun ke angka Rp 190/saham 2,06%
  7. ANJT merosot ke angka Rp 960/saham pada posisi 2,04%
  8. Saham TAPG naik 3,08% ke posisi Rp 670/saham
  9. Saham DSNG melemah 2,42% pada posisi Rp 605/saham, dan
  10. BWPT stagnan pada angka Rp 78/saham.

Baca Juga: Ciri Saham Uptrend Begini Solusi, Alasan, dan Cara Menentukannya

Penutupan IHSG saat Libur Lebaran

Prospek saham emiten sawit mengalami banyak perubahan pada berbagai emiten. Ada yang mengalami kenaikan, penurunan, hingga stagnan.

Sebelum IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan berada pada zona hijau terdukung aksi beli investor asing yang signifikan. Pada penutupan perdagangan libur lebaran tanggal 28 April 2022 kemarin IHSG naik ke angk 7.228,91.

Jelang libur lebaran kemarin IHSG berada pada level tertinggi 7.267,11 dan terendah 7.204,59.

Bahkan sebanyak 226 saham melemah dan hanya 162 saham yang diam. Terjadiya larangan ekspor CPO ini mengakibatkan dampak terhadap prospek saham emiten sawit yang tidak stabil. (R10/HR-Online)

- Advertisment -