Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita BanjarSehari Semalam Air PDAM Tak Mengalir, Warga Kota Banjar Mengeluh

Sehari Semalam Air PDAM Tak Mengalir, Warga Kota Banjar Mengeluh

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Sejumlah warga di Jalan Kapten Jamhur, Kelurahan Mekarsari, Kota Banjar, Jawa Barat, mengeluhkan pelayanan air bersih Perusahaan Umum Daerah (PDAM) Tirta Anom yang tak mengalir.

Sejumlah warga tersebut mengeluhkan distribusi air bersih yang hampir dua hari ini tidak mengalir dengan lancar ke rumah warga. Bahkan, air yang keluar hanya beberapa tetes.

Seorang warga Yana, mengatakan, sudah dari satu hari yang lalu (minggu siang) saluran pipa PDAM di rumahnya tidak mengeluarkan air ke bak penampungan.

Baca Juga: Jalan Rusak di Cilengkong, DPUPR Kota Banjar: Tunggu Hasil Lelang

Namun, ditunggu sampai malam hari air masih belum mengalir sampai siang hari ini. Sehingga cukup mengganggu aktivitas sehari-hari seperti keperluan untuk mandi dan lainnya.

“Dari kemarin siang udah nggak ngocor airnya. Tadi malam ada keluar cuma sedikit terus mati lagi. Ditungguin sampai sekarang nggak ngalir juga airnya,” kata Yana kepada HR Online, Senin (30/5/22).

Lanjutnya, tidak mengetahui persis yang menjadi penyebab tidak lancarnya air milik perusahaan daerah tersebut karena menurutnya sejauh ini belum ada pemberitahuan dari pihak terkait.

Selain itu, kata Yana, ia juga selalu membayar tagihan pembayaran tepat waktu. Oleh sebab itu, ia meminta agar pasokan air bersih tersebut kembali lancar agar tidak menghambat aktivitas rumah.

“Harusnya segera diperbaiki sama petugasnya. Bayarnya juga lancar. Lagian ini juga kan sudah satu hari satu malam. Sudah dari kemarin siang,” katanya.

Warga Meminta Perbaikan

Warga lainnya, Anton Nugraha menambahkan, meminta agar petugas segera memperbaiki karena lambatnya pasokan air tersebut menghambat aktivitas sehari-hari. 

Menurutnya, air PDAM sudah tidak mengalir sejak dua hari yang lalu (Sabtu sore). Bahkan, ia sempat menutup tempat jualannya karena tidak ada pasokan air.

“Punya saya dari Sabtu sore ngalirnya ngga lancar malah kemarin saya juga sempat libur jualan karena nggak ada air. Warga yang lain juga sama katanya nggak lancar,” katanya.

Beruntung, kata Anton, pada Minggu malam air sempat mengalir sehingga bisa menyisakan sekitar 3 ember besar untuk persediaan di warung miliknya.

“Kemarin malam sempat ngocor, dapat tiga ember besar di penampungan. Jadi, bisa buat stok sekarang. Cuma sekarang airnya ngga lancar lagi,” ujar Anton yang juga pemilik warung makan.

Air PDAM Tirta Anom Alami Kebocoran

Terpisah, Direktur Perumdam Tirta Anom, E. Fitrah Nurkamilah, melalui Kabag Teknis, Taufiqurochman, mengatakan, membenarkan tidak lancarnya pasokan air ke sambungan rumah warga tersebut.

Menurutnya, pasokan air PDAM tidak mengalir dengan lancar ke sambungan rumah warga karena terjadi kebocoran pipa induk (intake) di Purwaharja.

Sehingga, pasokan untuk wilayah pusat Kota Banjar seperti lingkungan Sumanding, Sukamanah, Gardu, Mekarsari dan Hegarsari menjadi terganggu.

“Kemarin hari minggu ada trouble pompa intake nomor 3 di Purwaharja. Jadi pasokan air untuk wilayah pusat Kota Banjar terdampak, tidak sampai ke rumah warga,” katanya.

Lanjutnya menjelaskan, kebocoran tersebut kerap terjadi karena pipa jaringan dinas umum (JDU) banyak yang sudah keropos (berkarat) dan kebocoran juga tidak hanya berada di satu titik.

Meski begitu, pihaknya memastikan saat ini untuk perbaikan pipa yang mengalami kebocoran sudah selesai diperbaiki. Namun untuk kelancaran pasokan air sampai ke sambungan rumah warga membutuhkan proses.

“Tadi sudah selesai diperbaiki oleh petugas teknis. Jika ada pelanggan yang masih membutuhkan air bisa menghubungi petugas pelayan agar dikirim pasokan air bersih, yang penting memiliki bak penampungan,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, terkait solusi jangka panjang untuk penanganan kebocoran pipa tersebut menurutnya memang untuk pipa yang lama perlu diganti menggunakan pipa kualitas High Density Polyethylene (HDPE).

Dari pihak Perumdam Tirta Anom, kata Taufiqurochman, sudah mengajukan untuk perbaikan itu sekitar 3 tahun yang lalu. Hanya saja, untuk mengganti pipa yang lama tersebut membutuhkan anggaran yang cukup besar.

“Pipa jaringan yang ada itu kondisinya sudah berkarat. Kalau untuk mengganti yang baru biayanya cukup besar. Perkiraan sekitar Rp 65 miliar untuk seluruh wilayah Kota Banjar,” ujarnya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)