Senin, Mei 16, 2022
BerandaBerita BanjarWabah PMK Serang Ternak di Kota Banjar, 11 Ekor Sapi Terjangkit

Wabah PMK Serang Ternak di Kota Banjar, 11 Ekor Sapi Terjangkit

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Sebanyak 11 ekor sapi di Kota Banjar, Jawa Barat, terjangkit wabah mulut dan kuku (PMK) baru-baru ini. Selain menyerang hewan ternak sapi, kambing dan domba juga terjangkit PMK.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Peternakan Kota Banjar, Agus Kostaman melalui Kabid. Peternakan Iis Meilia membenarkan adanya wabah tersebut.

Ia mengatakan, 11 ekor sapi yang terserang wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) tersebut milik salah seorang pengusaha ternak sapi di lingkungan Kelurahan Banjar.

Temuan adanya penyakit PMK yang menyerang belasan ekor sapi tersebut diketahui setelah pemilik melapor ke Dinas Ketahanan Pangan pada tanggal 9 Mei.

“Ada 11 ekor sapi yang terjangkit milik satu orang peternak. Sekarang sudah dikarantina dan masih penanganan,” kata Iis Meilia kepada HR Online, Rabu (11/5/2022).

Baca Juga: Kadinkes Kota Banjar Imbau Masyarakat Waspada Penyakit Hepatitis Akut

Lanjutnya, sebanyak 11 ekor sapi yang terjangkit wabah penyakit mulut dan kuku tersebut bermula dari satu ekor sapi yang berasal dari luar daerah kemudian menular pada sapi yang lain.

Gejala Wabah PMK Pada Hewan Ternak

Adapun gejala hewan ternak yang terjangkit penyakit PMK di antaranya kepincangan bersifat akut, hipersalivasi, saliva terlihat menggantung dan air liur sapi berbusa di lantai kandang.

Gejala lainnya hewan lebih sering berbaring dan demam tinggi mencapai 419 derajat. Kemudian terdapat erosi di sekitar mulut, lidah gusi dan penurunan produksi susu yang drastis pada sapi.

“Penyakit mulut dan kuku hewan ternak itu tidak zoonosis hanya menyerang ternak. Jadi tidak sampai menular ke manusia,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk antisipasi terjadinya penularan, penutupan lokasi terkonfirmasi sudah dilakukan. Sehingga tidak ada lagi akses keluar masuk baik untuk ternak maupun manusia. Kecuali petugas dinas dan pengurus kandang.

Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan saat ini juga tengah melakukan pemeriksaan hewan ternak sapi di lokasi yang lain. Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan juga memantau hewan yang berasal dari luar daerah serta sosialisasi ke peternak.

“Untuk kewaspadaan kami lakukan upaya pencegahan desinfeksi dan sosialisasi ke peternak kambing sapi dan domba,” katanya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -