Kamis, Juli 7, 2022
BerandaBerita PangandaranCuaca Buruk di Pangandaran: Nelayan Merana, Penangkap Kepiting Sukacita

Cuaca Buruk di Pangandaran: Nelayan Merana, Penangkap Kepiting Sukacita

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Cuaca buruk di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menyebabkan nelayan merana karena tak bisa melaut. Namun sebaliknya, bagi nelayan tradisional penangkap kepiting, mereka justru bersuka cita.

Hasil tangkapan kepiting melimpah meski cuaca buruk di Pangandaran. Biasanya nelayan memburu kepiting di muara daerah bakau Dusun Karang Tirta, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran.

Dadi salah seorang nelayan tradisional yang menggunakan pintur untuk menangkap kepiting mengatakan, ia memiliki 30 pintur yang dipasang di daerah bakau.

Baca Juga: Kampung Porang di Pangandaran Diresmikan, Dihadiri Buyer dari Vietnam

Pintur sendiri merupakan perangkap berbentuk bundar dengan jaring di dalamnya. Dengan pintur inilah, Dadi menangkap kepiting.

“Menangkap kepiting dengan pintur ini sudah lama, sudah jadi pekerjaan sehari-hari,” katanya, Rabu (22/6/2022).

Dadi biasanya memasang pintur di daerah bakau muara saat air laut sedang surut. Saat air sedang pasang, pintur yang dipasang Dadi biasanya terisi kepiting.

“Nanti diludang atau dijemput lagi juga saat kondisi air sedang surut. Biasanya kepiting masuk perangkap pintur saat air sedang pasang atau rob. Hampir semua pintur terisi kepiting yang terperangkap saat air sedang pasang,” katanya.

“Ukurannya kepiting yang masuk ke pintur ini macam-macam, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Biasanya yang kecil di pintur itu ada dua sampai tiga ekor,” jelasnya.

Dadi mengaku biasa memasang pintur di muara dua kali dalam sehari di tempat yang berbeda.

“Sekali meludang atau menjemput pitur itu bisa mencapai 3 kilo kepiting ukuran besar, kalau yang kecil biasanya dapat 6 kiloan,” katanya.

Terkait harga, Dadi menjelaskan, satu kilogram kepiting ukuran besar mencapai Rp 100 ribu. Sedangkan untuk kepiting kecil, satu kilogram dihargai Rp 55 ribu.

“Kalau lagi hoki, dari hasil tangkapan kepiting ini bisa memenuhi kebutuhan keluarga,” tandasnya. (Entang/R7/HR-Online/Editor-Ndu)