Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaBerita TerbaruDaya Akomodasi Mata Manusia untuk Melihat Benda Jauh dan Dekat

Daya Akomodasi Mata Manusia untuk Melihat Benda Jauh dan Dekat

Daya akomodasi mata merupakan kemampuan mata dalam mengubah bentuk lensa fokus pada objek dekat maupun jauh.

Mata manusia merupakan organ yang paling penting. Dengan mata, maka kita dapat melihat seluruh isi dunia ini.

Tentu saja mata tidak hanya dapat membantu melihat benda dalam keadaan dekat, tetapi juga jauh. Ketika mata dapat melihat benda jauh dan dekat secara berturut-turut maka artinya itu normal.

Baca Juga: Fungsi Pupil pada Mata dan Faktor Penyebab Perubahan Ukurannya

Bagaimana Daya Akomodasi Mata Manusia?

Agar dapat melakukan aktivitas sehari-hari, kita memiliki mata yang membantu dalam melihat.

Mata dapat melihat berbagai objek, entah itu jauh maupun dekat. Tentu saja mata yang normal akan bisa melihat benda di berbagai jarak.

Hal itu terjadi karena adanya daya akomodasi mata yang akan membuat lensa dalam mata mencembung dan mencekung sesuai dengan kebutuhan.

Jika melansir dari BBC, daya akomodasi ini merupakan sebuah kemampuan organ mata untuk mengubah bentuk lensa mereka. Lensa kemudian akan fokus pada objek yang dekat atau jauh.

Akomodasi mata akan memungkinkan lensa mencembung dan mencekung. Itu terjadi agar sinar dapat jatuh tepat di depan retina, sehingga mata dapat melihat benda jauh dan dekat secara berturut-turut.

Baca Juga: Fungsi Tulang Air Mata Relatif Kompleks, Simak Penjelasannya!

Mekanisme Akomodasi Mata

Anda mungkin masih bingung bagaimana mata kita berakomodasi saat melihat benda jarak dekat dan jauh.

Jika iya, maka berikut ini penjelasan mengenai mekanismenya.

1. Melihat Benda Jarak Dekat

Mekanisme daya akomodasi mata sangat bergantung dengan otot siliaris yang berperan sebagai bentuk lensa mata.

Ketika kita melihat di jarak yang dekat, mata otot siliaris akan berkontraksi dan mengendurkan serat yang melekat pada selubung kristal lensa.

Alhasil, hal itu akan membuat lensa yang lentur menjadi melengkung atau mencembung lebih tebal.

Cahaya kemudian akan dibiaskan dengan kuat hingga sinar yang dekat bisa tetap jatuh pada retina dan terlihat dengan jelas. Saat melihat benda dekat, maka akan berada pada akomodasi penuh.

Baca Juga: Proses Terbentuknya Air Mata Saat Menangis dan Fungsinya

2. Melihat Benda Jarak Jauh

Setelah melihat benda jarak dekat lalu beralih ke yang jauh, maka bentuk lensa harus disesuaikan. Lensa mata yang mencembung akan membuat sinar mata jauh tidak sampai ke retina.

Otot siliaris akan berelaksasi sehingga membuat lensa lebih mendatar, bahkan beberapa bentuknya menjadi sangat tipis.

Dalam bentuk tipis inilah lensa mata akan berada di kekuatan minimal dan hanya dapat membiaskan cahaya saja. Akibatnya, sinar benda yang jauh tetap masih bisa jatuh tepat pada retina dan terlihat jelas.

Relaksasi otot siliaris akan membuat mata menjadi lebih tenang dan berada pada akomodasi minimumnya.

Adapun daya akomodasi mata titik dekat yang normal pada anak adalah 10-20 cm dan untuk dewasa 20-30 cm. Sedangkan untuk daya akomodasi titik jauh dekat mata yang normal adalah tidak terhingga. (R10/HR-Online)