Selasa, Juli 5, 2022
BerandaBerita TerbaruFase Bulan Cembung, Ini Penjelasan Lengkapnya!

Fase Bulan Cembung, Ini Penjelasan Lengkapnya!

Fase bulan cembung merupakan fase bulan yang bisa kita lihat dengan jelas langsung dari bumi. Perlu Anda tahu, fase bulan ini akan terjadi pada saat bulan muda dan bulan tua.

Bulan termasuk benda langit yang terlihat bersinar dari bumi, khususnya saat malam hari.

Sebenarnya bulan tidak bisa menghasilkan cahaya. Akan tetapi, bulan hanya memantulkan pantulan sinar dari matahari.

Fase bulan merupakan perubahan bentuk bulan yang bisa kita amati dari permukaan bumi. Perubahan bentuk bulan ini akibat dari pantulan sinar matahari ke permukaan bulan.

Baca Juga: Fase Bulan Purnama, Berhubungan dengan Perubahan Bentuknya

Mengenal Fase Bulan Cembung

Bulan akan mengalami 4 fase utama. Di antaranya bulan baru, kuartal pertama, bulan purnama, serta kuartal ketiga.

Tak hanya mengalami 4 fase tersebut, bulan juga akan mengalami 4 fase yang lainnya. Jadi, totalnya ada 8 fase bulan yang bisa kita amati dari bumi.

Masing-masing fase waktunya terdiri atas 7 hari atau seminggu. Dengan begitu, seluruh fase ini akan berlangsung dalam waktu 28 hari.

Salah satu fase bulan yang terjadi yaitu fase bulan cembung.

Fase bulan ini bisa kita lihat pada saat bulan akan terlihat hampir sepenuhnya dari Bumi. Jika kita amati, bentuk bulan pada fase ini akan menyerupai huruf D.

Harus Anda tahu, jika fase cembung ini juga terbagi menjadi dua, yaitu waxing gibbous dan juga waning gibbous.

Dua fase ini memang terlihat sama, akan tetapi sebenarnya ada perbedaan yang bisa kita amati.

Baca Juga: Jenis Fase Bulan dari Bulan Baru Hingga Sabit Akhir, Ini Penjelasannya

Cembung Awal

Fase yang pertama yaitu fase cembung awal. Untuk fase cembung awal ini juga disebut dengan waxing gibbous.

Dalam fase ini, area yang terlihat akan terus mengalami peningkatan. Sebab, hampir seluruh bagiannya terkena pancaran sinar matahari.

Manusia yang ada di bumi bisa melihat wajah bulan sebelah kanan lebih dari setengah bagian yang terkena sinar matahari. Kemudian, sebagian kecil permukaan bulan sebelah kiri tampak gelap.

Nah, untuk sebagian kecil dari sisi kiri bulan yang terlihat gelap tersebut karena bagian tersebut tidak terkena oleh pancaran sinar matahari. Dalam fase ini bulan sudah mulai terlihat indah.

Baca Juga: Bulan Purnama Stroberi Super di Indonesia, Begini Cara Melihatnya!

Cembung Akhir

Fase cembung akhir juga disebut Waning gibbous. Ketika fase cembung akhir ini, bulan akan tampak sebaliknya daripada fase-fase sebelumnya.

Sebab, sebagian besar permukaan kiri bulan yang akan terlihat bersinar.Bulan dalam fase ini bentuknya juga mirip dengan bentuk bulan pada fase waxing gibbous. Jadi, dari bumi kita akan melihat hampir seluruh bulan terkena sinar matahari.

Namun, sebagian yang terlihat gelap karena tidak tersinari yaitu pada sisi kanan bulan. Inilah yang membedakan cembung awal dan cembung akhir

Fase bulan cembung ini biasanya terjadi pada hari kesebelas. Terutama pada saat bulan berada pada posisi 135°. (R10/HR-Online)