Kamis, Agustus 11, 2022
BerandaBerita NasionalKPI Sebut TV Bukan Pengasuh Anak, Parental Lock TV Digital Jadi Solusi

KPI Sebut TV Bukan Pengasuh Anak, Parental Lock TV Digital Jadi Solusi

Berita Nasional, (harapanrakyat.dom),- Komisioner Bidang Kelembagaan KPI Pusat Hardly Stefano Fenelon Pariela menyebut pesawat TV bulan pengasuh anak.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan, anak-anak seringkali menonton televisi hingga berjam-jam setiap harinya.

Sedangkan orang tuanya sendiri menyelesaikan pekerjaan yang mungkin tidak bisa ditinggalkan.

“Karena itu orang tua kadang tidak bisa mendampingi anaknya, tidak tahu tontonan apa saja yang dilihat anaknya,” kata Hardly dikutip dari YouTube Kominfo TV, Senin (27/6/2022).

Baca Juga: Suntik Mati TV Analog Tahap 2 25 Agustus, Ini yang Perlu Disiapkan

Menurut Hardly, televisi merupakan media yang masuk dan mengisi ruang keluarga. Hardly mengutip riset Nielsen yang menyebutkan tingkat penetrasi televisi mencapai 94 persen daripada media lain pada kuartal kedua 2019.

Fitur Parental Lock TV Digital

Salah satu solusi untuk memberikan tayangan ramah anak adalah dengan memanfaatkan fitur Parental Lock pada TV Digital.

Fitur tersebut bermanfaat agar anak tidak terpapar tayangan televisi yang tidak pantas. Parental Lock merupakan fitur pengunci tayangan yang dianggap tidak layak tonton dan hanya ada pada TV Digital.

Fitur Parental Lock pada TV Digital digunakan bersamaan dengan fitur EPG atau Electronic Program Guide. 

Melalui fitur EPG pada siaran TV Digital, pengguna pesawat televisi bisa melihat sinopsis, kategori usia yang disarankan untuk menonton suatu program acara, apakah layak ditonton oleh anak dan remaja ataukah hanya layak ditonton orang dewasa.

“Apabila tayangan pada televisi tidak sesuai untuk anak-anak, maka tayangan tersebut bisa dikunci. Lewat fitur Parental Lock dan EPG, orang tua bisa memilih tayangan,” kata Hardly.

Kehadiran TV Digital di rumah, menurut Hardly, bisa ramah anak. Karena itu, ia berharap ada keragaman konten setelah proses migrasi TV Digital.

“Semakin banyak program siaran dan saluran yang ramah anak, tidak hanya menghibur tapi juga bermuatan edukatif,” katanya.

Sementara itu, pemerintah memulai program ASO (Analog Switch Off) atau penghentian siaran TV Analog.

Masyarakat diimbau berpindah ke siaran TV Digital yang lebih bersih, jernih, dan canggih. Program ASO ditargetkan selesai pada 2 November 2022. Setelah itu, siaran televisi di seluruh Indonesia sudah beralih sepenuhnya ke TV Digital. (Karwati/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

#ASO #ASO2022 #SiaranDigitalIndonesia #TVDigital #AnalogSwitchOff