Selasa, Juli 5, 2022
BerandaBerita TasikmalayaMenparekraf Luncurkan Santri Digitalpreneur di Pesantren Tasikmalaya

Menparekraf Luncurkan Santri Digitalpreneur di Pesantren Tasikmalaya

Berita Tasikmalaya (Harapanrakyat.com),- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno kunjungi Pesantren Al Idrisiyyah Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (18/6/2022). Dalam kesempatan ini, Sandiaga Uno meluncurkan program Santri Digitalpreneur Indonesia dan memberikan motivasi kepada santri.

“Kita secara resmi meluncurkan program Santri Digitalpreneur Indonesia. Indonesia bangkit desain, kita arahkan menjadi sebuah tatanan ekonomi baru. Para santri akan menjadi calon pemimpin masa depan. Baik dunia usaha, dan sektor pentaheliks lainnya,” ujar Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno menyebut antusiasme dari para santri Tasikmalaya sangat luar biasa.

“Kita lihat tadi antusiasme dari para santri luar biasa dan ini akan terus kita gulirkan bersama dengan Yayasan Dewa Dewi. Ada juga para mentor Habib Husain salah satunya, kita harapankan ini menjadi penyemangat,” ungkapnya, Sabtu (18/6/2022).

Baca Juga: Pesantren Batuhampar, Pusat Pendidikan Islam se-Sumatera Sejak Zaman Kolonial

Menurut Sandiaga Uno, agar segera bangkit dari segi eonomi, yakni dengan membuka peluang usaha dan lapangan kerja. Salah satunya dengan program Santri Digitalpreneur Karena ada lebih dari empat setengah juta santri dan dua puluh delapan ribu pesantren.

“Kita akan terus roadshow, kita mulai hari ini dari Tasikmalaya,” ucap Sandiaga.

Sandiaga Uno berharap hal ini akan menjadi langkah untuk menyiapkan talenta-talenta baru ekonomi digital. Mereka akan dilatih dari mulai konten kreator sampai ke dalam animasi. Penerbitan pun merupakan sub sektor yang sangat menjanjikan.

“Ingin santri ini Inovatif, Adaptif, Kolaboratif dengan bingkai 3G Gercep (Gerak Cepat), Geber (Gerak Bersama) dan Gaspol (Garap semua potensial),” ungkapnya.

“Santri harus masuk ke dalam ekosistem ekonomi digital dan mengedepankan produk-produk kreatif. Santri harus kekinian dan banyak konten-konten itu dalam konteks digital dalam konteks online,” pungkasnya. (Apip/R9/HR-Online/Editor Dadang)