Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita TerbaruNabi yang Hidup di Perut Ikan, Yunus Karena Suatu Kesalahan

Nabi yang Hidup di Perut Ikan, Yunus Karena Suatu Kesalahan

Nabi yang hidup di perut ikan termasuk dalam 25 nabi yang wajib untuk kita imani. Meskipun bukan termasuk nabi Ulul Azmi, akan tetapi nabi yang satu ini juga Allah anugerahi mukjizat yang sangat luar biasa.

Sudah pernahkah Anda mendengar kisah tersebut? Nabi Yunus yang mampu bertahan hidup beberapa hari dalam perut ikan paus.

Mungkin jika kita membayangkannya hal tersebut seolah tidak mungkin. Tapi pada kenyataannya hal tersebut menimpa salah satu manusia pilihan Allah.

Bagaimana bisa seorang manusia yang selalu membutuhkan oksigen untuk bernafas tetapi terjebak dalam perut ikan. Tapi uniknya, manusia pilihan Allah tersebut masih bisa selamat dan bisa keluar dari perut ikan tersebut.

Itulah Allah Yang Maha Kuasa. Segala hal yang kita rasa tidak bisa, karena Allah sudah mengatakan Kun Fayakun maka semua akan terjadi meskipun di luar kendali.

Nabi Yunus hidup tahun 820 sampai 750 sebelum Masehi. Ia diutus ke negeri Ninawa. Negeri tersebut merupakan sebutan untuk kaum Assyria yang bermukim di Irak bagian utara.

Perlu Anda ketahui, sejak belia, Nabi Yunus terkenal sebagai sosok yang ahli ibadah dan senantiasa menjauhi kemungkaran.

Baca juga: Keteladanan Nabi Yahya Pemilik Sifat Al-Hanan, Tak Sombong dan Zuhud

Kisah Nabi yang Hidup di Perut Ikan

Nabi Yunus mendapatkan perintah serta tugas dari Allah untuk mendakwahkan ajaran Islam. Yunus harus berdakwah di Ninawa.

Pada saat itu, penduduk di NInawa menyembah berhala. Namun dengan penuh semangat Nabi Yunus mendakwahi kaumnya tersebut.

Ia mengajarkan dan menunjukkan kepada mereka jalan kebaikan. Memberikan kabar juga tentang adanya surga serta panasnya api neraka untuk orang-orang yang durhaka terhadap perintah Allah.

Lantas kisah nabi yang hidup di perut ikan tersebut akhirnya mengajak kaum Ninawa untuk memuji hanya kepada Allah SWT.

Sudah Terdapat banyak hal yang Nabi Yunus lakukan, tetapi kaum Ninawa tersebut masih saja enggan untuk beriman kepada Allah SWT. Kira-kira apa yang Nabi Yunus lakukan?

Sebenarnya dalam kisah nabi Yunus ini juga dikatakan bahwa ia tidak mempunyai tingkat kesabaran yang luas. Setelah mengetahui bagaimana tanggapan orang-orang Ninawa dengan apa yang sudah Nabi Yunus sampaikan, membuat ia kesal serta putus asa.

Baca juga: Keteladanan Nabi Ishaq yang Mendatangkan Mukjizat untuk Dirinya

Turun Azab

Karena memang nabi yang hidup di perut ikan ini hanya manusia biasa. Pastinya mempunyai rasa kesal serta putus asa dalam menjalankan apa yang sudah Allah perintahkan, sama seperti halnya kita.

Tetapi, Nabi Yunus juga mengatakan bahwa mereka akan mendapatkan azab atas perbuatan mereka sendiri. Setelah itu Yunus meninggalkan kaumnya.

Tapi apa yang terjadi setelah sepeninggal Nabi Yunus? Justru Allah memberikan hidayah kepada kaum tersebut, sehingga mereka bertobat serta menyesali apa yang sudah mereka perbuat terhadap nabi utusan Allah tersebut.

Penduduk Ninawa juga memohon ampun dan merendahkan diri dihadapan Allah SWT.

Di samping itu, cucu Nabi Yunus memilih untuk menaiki kapal yang akan membawanya ke tempat lain. Padahal Allah tidak memerintahkan kepada Yunus untuk meninggalkan kaumnya.

Di tengah perjalanan, kapal tersebut oleng karena badai. Air laut yang semula tenang menjadi bergelombang.

Menyebabkan para penumpang kepanikan karena takut sewaktu-waktu bisa tenggelam. Apalagi kapal tersebut memang kelebihan muatan.

Sama seperti halnya dengan penumpang lainnya. Nabi yang hidup di perut ikan pun juga merasakan kekhawatiran. Apalagi ini lautan sudah pasti akan ada ikan besar yang dapat memangsa.

Baca juga: Keteladanan Nabi Saleh, Allah Itu Nyata dan Menepati Janji

Dimakan Ikan

Mengetahui akan hal tersebut, kemudian kapten kapal memerintahkan kepada anak buahnya untuk melemparkan satu barang bawaan ke laut. Namun solusi tersebut tetap saja tidak membuahkan hasil yang cukup.

Hingga pada akhirnya terdapat sebuah kesepakatan bahwa harus ada penumpang yang dilempar ke laut untuk menyelamatkan penumpang lainnya.

Jika ditanya, semua penumpang tentunya tidak mau dilemparkan ke laut. Apalagi jika mengingat bahwa di laut tersebut terdapat ikan paus yang sangat besar.

Sama seperti halnya nabi Yunus yang hidup di perut ikan tersebut. Tapi mau tidak mau tetap saja hal tersebut harus dilakukan. Akhirnya terjadi pengundian nama yang menentukan siapa yang harus meninggalkan kapal tersebut.

Undian pertama nama nabi Yunus yang keluar. Tapi untuk undian kedua dan ketiga nama nabi Yunus juga tetap keluar.

Mengetahui akan hal tersebut nabi utusan Allah juga meyakini bahwa semua itu sudah menjadi kehendak dari Allah SWT.

Ia juga mengakui kesalahannya yang sudah meninggalkan kaum Ninawa. Padahal seharusnya ia menunggu perintah dari Allah terlebih dahulu.

Yunus akhirnya lompat ke laut. Tiba-tiba saja datang seekor ikan besar.

Ikan tersebut lantas menelannya bulat-bulat. Tapi Allah mewahyukan kepada ikan paus tersebut untuk tidak memakan dagingnya dan tidak pula mematahkan tulangnya.

Karena memang Yunus bukanlah rezeki yang harus ikan tersebut makan. Kondisi perut ikan tersebut sangatlah gelap dan pengap.

Allah Menerima Taubatnya

Tapi sudah menjadi ketetapan bagi Allah nabi yang hidup di perut ikan tersebut harus tetap menjalani apa yang sudah ia lakukan. Dalam perut ikan tersebut Yunus tidak berbuat apa-apa.

Nabi Allah tersebut juga merasa sedih tapi tidak membuatnya putus asa untuk berharap dan terus mengingat Allah. Yunus tinggal 40 hari dalam perut ikan.

Ia terus berdoa dan berdzikir kepada Allah. Ia juga mengatakan bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau Ya Allah. Maha suci Allah Sesungguhnya aku termasuk orang yang zalim.

Hingga pada akhirnya Allah menerima taubat nabi yang hidup di perut ikan tersebut. Selanjutnya Allah memerintahkan kepada paus untuk renang mendekati daratan dan memuntahkan Yunus di sebuah pulau.

Dari kisah nabi yang hidup di perut ikan tersebut bisa kita ambil banyak pelajaran serta hikmah. Salah satunya adalah, Allah itu akan memberikan balasan terhadap segala hal yang sudah kita lakukan. Kemudian bertobat adalah cara yang terbaik untuk kita bisa mendapatkan kasih sayang dari Allah SWT. (Muhafid/R6/HR-Online)