Sabtu, Juni 3, 2023
BerandaBerita TerbaruNabi yang Membelah Lautan, Musa yang Sabar & Percaya Kepada Allah

Nabi yang Membelah Lautan, Musa yang Sabar & Percaya Kepada Allah

Nabi yang membelah lautan, merupakan salah satu nabi yang sangat berjasa dalam menyebarkan agama Islam. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa dalam ajaran Islam mengajarkan untuk beriman kepada nabi dan rasul.

Nabi dan rasul itu sendiri terdapat 25. Sedangkan mengimani nabi dan rasul merupakan rukun iman yang keempat.

Terdapat banyak hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah nabi dan rasul tersebut. Tapi ketika membahas nabi yang dapat membelah lautan mungkin, kata-kata kunci tersebut lebih condong kepada kisah nabi Musa.

Tepat sekali, nabi Musa juga termasuk dalam golongan Ulul Azmi. Dalam kisahnya juga, nabi Musa itu harus melawan Raja Firaun yang sangat kejam.

Nabi Musa merupakan salah satu utusan Allah yang hidup di Mesir. Sedangkan salah satu mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Musa adalah tongkatnya bisa berubah menjadi ular dan bisa membelah Laut Merah.

Sebagai nabi ulul azmi, Musa juga mempunyai kesabaran serta keteguhan hati dalam menghadapi segala cobaan, termasuk menghadapi Firaun dalam menyebarkan agama Islam.

baca juga: Keteladanan Nabi Harun As, Setia dengan Musa yang Sudah Menuduhnya

Nabi yang Membelah Lautan, Musa As

Perlu Anda ketahui pada zaman dahulu Mesir dipimpin oleh raja yang bernama Firaun. Raja tersebut terkenal sebagai raja yang zalim dan mengaku sebagai Tuhan.

Bahkan dia sangat sombong, sewenang-wenang, dan menjadikan penduduknya sebagai budak. Akan tetapi, suatu ketika Firaun bermimpi Mesir itu terbakar kecuali rumah kaum Bani Israil.

Setelah mengalami mimpi tersebut membuat Firaun kemudian mengumpulkan para ahli sihir untuk menafsirkan sebenarnya mimpi apa yang telah ia alami.

Betapa terkejutnya Firaun karena para ahli tersebut mengatakan bahwa akan ada bayi laki-laki keturunan Bani Israel yang nantinya akan membinasakan seluruh penduduk Mesir. Mengetahui akan hal tersebut sontak membuat Firaun ketakutan.

Tetapi ketakutan tersebut menyebabkan Firaun memberikan perintah kepada seluruh bala tentaranya untuk membunuh semua bayi laki-laki yang lahir dari keturunan Bani Israil.

Tetapi adanya pembunuhan massal tersebut justru Musa lahir tapi tetap selamat dari raja yang zalim tersebut. Sang Ibu tersebut kemudian meletakkannya ke dalam sebuah peti. Kemudian peti tersebut ditaruh di sungai.

Suatu hari sang Ibu lupa untuk menarik peti tersebut sehingga Musa terbawa oleh arus sungai.

Akan tetapi beruntungnya nabi yang membelah lautan tersebut ditemukan oleh asiyah yang merupakan istri dari Firaun yang zalim. Allah menakdirkan kepadanya menjadi wanita yang mandul kemudian merawat bayi Musa.

baca juga: Keteladanan Nabi Musa Selalu Percaya dengan Pertolongan Allah SWT

Bertemu Firaun

Kemudian Asiyah membawa Musa ke hadapan Firaun. Asiyah mengatakan bahwa ingin merawat nabi yang membelah lautan tersebut menjadi anaknya.

Semula Firaun tidak menyetujui. Tetapi bagaimanapun Asiyah itu adalah istrinya.

Hingga pada akhirnya Firaun pun setuju dengan apa yang ingin istrinya lakukan.

Persetujuan dari sang suami menyebabkan Asiyah mendatangkan ibu menyusui untuk anaknya tersebut. Hingga suatu hari ibu nabi Musa datang untuk menyusui anak kandungnya.

Ketika sudah dewasa Nabi Musa beserta pengikutnya sangat sabar menghadapi kekejaman Raja Firaun.

Meskipun begitu, Nabi Musa tetap saja percaya dengan apa yang sudah menjadi perintah Allah untuknya. Dia juga percaya bahwa segala hal yang datang dari Allah, Allah juga yang akan menyelesaikannya.

Begitupun dengan Raja Firaun dan kaumnya yang zalim. Kelak suatu hari nanti pasti Musa dapat memenangkannya.

baca juga: Tempat Nabi Musa Menerima Wahyu dan 10 Perintah Allah SWT

Puncak Kisah

Tetapi Puncak kisah dari nabi yang membelah lautan tidak berhenti di situ saja. Suatu hari ia dan kaumnya terkepung pasukan Firaun.

Bahkan bisa dikatakan pada saat itu jumlah pasukan nabi Musa lebih sedikit daripada pasukan Firaun. Tapi apa boleh buat, nabi Musa dan kaumnya sudah berjalan begitu jauh dan sampai di Laut Merah.

Menyadari bahwa keadaan sedang terkepung nabi Musa kemudian berdoa kepada Allah. Nabi ulul azmi tersebut memohon pertolongan kepada Allah mengenai bagaimana solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Lantas Allah menjawab doa nabi Musa dengan menyuruh nabi Musa untuk mengarahkan tongkatnya ke Laut Merah tersebut.

Pada saat itulah seketika Laut Merah terbelah menjadi dua. Kemudian Nabi Musa mengarahkan kaumnya untuk segera menyeberangi belahan Laut Merah tersebut sebelum akhirnya kembali menutup.

Tidak berpikir panjang, akhirnya semua pengikut nabi Musa menuruti perintahnya. Itulah sebabnya Kenapa nabi Musa disebut sebagai nabi yang membelah lautan.

Karena Firaun menjadikan Musa dan kaumnya sebagai musuh, kemudian Firaun juga mengikuti apa yang sudah Musa lakukan. Setelah sampainya nabi Musa dengan kaumnya di seberang, justru belahan laut tersebut menutup dan menenggelamkan Firaun beserta pengikutnya yang zalim.

Kisah nabi yang membelah lautan dengan Firaun tersebut benar-benar menjadi inspirasi. Karena terdapat banyak hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah nabi Musa tersebut. (Muhafid/R6/HR-Online)

Cek berita dan artikel HarapanRakyat.com yang lain di Google News