Senin, Agustus 8, 2022
BerandaBerita BanjarPemerintah Cabut Subsidi, Migor Curah di Pasar Banjar Melebihi HET

Pemerintah Cabut Subsidi, Migor Curah di Pasar Banjar Melebihi HET

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Pemerintah cabut subsidi minyak goreng (migor) curah per tanggal 31 Mei 2022. Namun, harga jualnya melambung melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Berdasarkan pantauan HR Online di pasar Banjar, Jawa Barat, Jumat (03/06/2022), rata-rata para pedagang menjual minyak goreng curah dengan harga berkisar antara Rp 16 ribu-Rp 17 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang, Oman mengaku bahwa dirinya menjual minyak curah eceran yang sudah dikemas seharga Rp 17 ribu.

“Saya jual eceran 17 ribu rupiah per kilogram, sudah pakai kantong plastik. Tapi kalau pakai jerigen beda lagi harganya, paling 16 ribu rupiah per kilogram,” tuturnya, Jumat (03/06/2022).

Sebelum pemerintah cabut subsidi, Oman menjual minyak goreng curah dengan harga Rp 19 ribu sampai Rp 20 ribu per kilogram. Hal itu disebabkan karena kelangkaan stok.

Baca Juga : Harga Minyak Goreng di Pasar Banjar Masih Tinggi, Kapan Ada OPM?

Ia juga menyebutkan, saat ini stok minyak goreng curah di pasaran sangat melimpah, sehingga hal itu mempengaruhi daya beli masyarakat.

“Sekarang mah stok banyak, tapi berpengaruh terhadap daya beli masyarakat yang jadi menurun,” ujar Oman. 

Terpisah, Kepala Dinas KUKMP Kota Banjar, Edi Herdianto, melalui Kasi Perdagangan, Budiana mengatakan, harga eceran tertinggi migor adalah Rp 15.500 per kilogram.

Meski begitu, berdasarkan hasil pemantauan lapangan, pihaknya masih menemukan pedagang yang menjual minyak goreng curah melebihi HET.

“Kondisi tadi di pasar masih ada yang jual lebih dari harga eceran tertinggi. Tapi rata-rata pedagang yang menjual lebih dari HET itu sudah mengemasnya menggunakan kemasan sederhana,” terang Budi.

Pada waktu mendapatkan subsidi harganya sampai Rp 20 ribu per kilogram karena barang langka. Sekarang maksimal Rp 17.500 per kilo.

Menurut Budi, hal itu karena harga migor curah sudah turun dari distributornya, dan barang pun sudah mulai banyak. (Sandi/R3/HR-Online/Editor-Eva)