Senin, Juli 4, 2022
BerandaBerita JabarPenanganan PMK, Pemprov Jabar Targetkan 2.000 Vaksinasi Sapi di 5 Daerah

Penanganan PMK, Pemprov Jabar Targetkan 2.000 Vaksinasi Sapi di 5 Daerah

Berita Jabar (Harapanrakyat.com),- Dalam melakukan penanganan penyakit mulut dan kulit (PMK), Pemprov Jabar menargetkan 2.000 ekor sapi mendapat vaksinasi pada minggu ini. Sasarannya sapi di 5 daerah sentra sapi Jawa Barat.

5 daerah tersebut adalah Kabupaten Bandung Barat, Bandung, Garut, Kuningan dan Sumedang. Namun untuk sasaran pertama ini untuk sapi perah.

“Target vaksiansi minggu ini sebanyak 2 ribu ekor. Sasarannya 5 sentra sapi tersebar di Jabar,” ujar Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Desa Cilembu, Pamulihan, Kabupaten Sumedang, saat vaksinasi PMK, Senin (20/6/2022).

Ridwan Kamil pun meminta masyarakat tidak khawatir adanya PMK menjelang Idul Adha ini. Pemprov Jabar pun secara maksimal melakukan penanganan infeksi PMK ini dengan mempercepat vaksinasi.

“PMK di Jabar tertangani dengan baik. Jadi masyarakat Jabar tetap tenang, tidak khawatir,” ungkapnya.

Baca Juga: Idul Adha di Tengah Wabah PMK, Begini Kata MUI Kota Banjar Soal Kurban

Ridwan Kamil menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi ternak sapi terbagi dalam tiga tahap. Mulai dari suntikan pertama, suntikan kedua dan booster.

“Pelaksanaan vaksinasi ini sama dengan Covid-19, dari suntikan pertama sampai booster,” jelasnya.

Pemprov Jabar pun akan memberikan sertifikat dan memasangnya pada leher hewan yang sudah menjalani pemeriksaan dengan kondisi sehat. Hal tersebut sebagai tanda bahwa sapi aman konsumsi.

“Bisa mengecek sapi yang sehat dan bersertifikat menggunakan handphone dengan scan barcode,” jelasnya.

Ridwan Kamil menjelaskan 40 persen ternak sayang terpapar PMK kini sudah sembuh. Harapannya, dengan tingginya tingkat kesembuhan, PMK bisa terkendali secepatnya.

Populasi sapi perah Jabar saat ini berjumlah 76 ribu ekor. Infeksi PMK dapat mempengaruhi 80 persen suplai susu bagi masyarakat.

“Kalau seekor sapi perah terkena PMK maka produksinya turun 80 persen. Itu sangat mempengaruhi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. (R9/HR-Online/Editor-Dadang)