Jumat, Oktober 7, 2022
BerandaBerita BanjarPermintaan Sapi Kurban Meningkat, Pengusaha Ternak di Kota Banjar Kekurangan Pasokan

Permintaan Sapi Kurban Meningkat, Pengusaha Ternak di Kota Banjar Kekurangan Pasokan

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Permintaan sapi kurban meningkat di Kota Banjar, Jawa Barat, menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 H. Namun, untuk ketersediaan pasokan barang justru berkurang drastis.

Usaha ternak sapi yang mengalami kekurangan pasokan barang tersebut salah satunya yaitu peternakan sapi milik Jajang, di Lingkungan Banjarkolot, Kelurahan/Kecamatan Banjar.

Pengelola peternakan, Idi (56) mengatakan, memasuki bulan Idul Adha tahun ini banyak pelanggan yang menanyakan stok persediaan. Bahkan, pihaknya kewalahan memenuhi permintaan tersebut.

Meski banyak permintaan, namun untuk sementara ini banyak yang tidak terpenuhi karena kurangnya pasokan barang akibat wabah penyakit kuku dan mulut (PMK).

“Mulai ramai pesanan, cuma stok sapinya nggak sebanyak tahun kemarin. Sekarang katanya lagi ada musim penyakit kuku atau apa gitulah,” tutur Idi kepada wartawan, Jumat (09/06/2022).

Ia menyebutkan, sebelum ada wabah PMK, biasanya ketersediaan sapi untuk persiapkan Idul Adha bisa mencapai 400-500 ekor. Tapi sekarang berkurang sampai 50 persen lebih.

Baca Juga : Permintaan Sapi Kurban di Pasar Hewan Kota Banjar Masih Sepi

Stok yang ada di kandang hanya sebanyak 150 ekor sapi, dan stok tersebut semua sudah laku terjual. Bahkan, sampai banyak permintaan yang tidak terpenuhi karena kurangnya ketersediaan pasokan.

“Stok masih kurang, banyak kurangnya. Orang juga masih pada nanya sapi buat kurban, tapi barangnya sekarang sudah nggak ada. Nggak tahu nanti kedepannya,” ujar Idi.

Sampai sejauh ini ia mengaku belum ada rencana untuk menambah pasokan stok sapi kurban. Pasalnya, saat ini masih dilakukan pembatasan lalu lintas ternak di daerah pemasok.

Oleh sebab itu, pengusaha ternak masih menunggu perkembangan sampai situasi terkendali. Karena selama ini untuk pasokan sapi disuplai dari wilayah Jawa Timur.

“Biasanya ngambil barang dari Madura, Pamekasan dan Probolinggo. Pokoknya dari Jawa. Cuma sekarang untuk stok masih nunggu kabar dari sana aman tidaknya,” pungkas Idi. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor-Eva)