Senin, Juli 4, 2022
BerandaBerita JabarProgram Swasta Peduli Duafa di PPDB 2022 Jabar, Bantu Siswa Miskin Sekolah

Program Swasta Peduli Duafa di PPDB 2022 Jabar, Bantu Siswa Miskin Sekolah

Berita Jabar (Harapanrakyat.com),- Gubernur Jabar Ridwan Kamil pastikan pelaksanaan penerimaan peserta Didik baru atau PPDB 2022 berlangsung transparan dan adil. Bahkan Pemprov Jabar pun siap bantu ribuan siswa tidak mampu melalui Program Swasta Peduli Duafa.

Pemprov Jabar pun menyiapkan command center Dinas Pendidikan Provinsi Jabar yang terhubung ke 27 daerah kota/kabupaten.

“Ribuan orang tua saat ini cemas untuk memastikan anaknya keterima masuk sekolah. Tentunya kami monitor,” ujar Ridwan Kamil, Kamis (9/6/2022).

Baca Juga: PPDB di Jabar Kedepankan Digitalisasi, Inovasi dan Kolaborasi

Ridwan Kamil menjelaskan pada PPDB 2022 ini menerapkan sistem transparan dan keadilan. Bahkan Ridwan Kamil pun menekankan agar membela warga miskin yang kurang mampu.

Sehingga para siswa kurang mampu bakal mendapat bantuan. Dalam rangka itu, Pemprov Jabar punya Program Swasta Peduli Duafa.

“Demi mendukung keadilan, untuk warga tidak mampu anggarannya untuk sekolah negeri gratis. Sementara kalau sekolah swasta kita beri anggaran. Anak duafa yang sekolah tidak perlu membayar dari satu hingga tiga tahun,” jelasnya.

Ridwan Kamil menjelaskan program gotong royong ini akan menyasar total kurang lebih 5 ribu pelajar tersebar 27 kota/kabupaten. Sebanyak 13 Kantor Cabang Dinas melaksanakan gerakan tersebut dari hati ke hati.

“Kita gerakan hari ke hari dari yayasan. Ratusan sekolah sudah siap bergabung. Untuk satu kota, hasil perhitungan ada 700 kursi gratis untuk sekolah swasta. Jadi kami asumsikan jumlahnya bisa lebih dari 5 ribu,” ungkap Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil pun mengucapkan terima kasih untuk sekolah swasta yang menggratiskan siswa yang kurang mampu. Pada PPDB 2022 ini, ratusan sekolah swasta mengikuti Program Swasta Peduli Duafa.

Sementara itu, Kadisdik Jabar Dedi Sopandi menjelaskan Program tersebut ada sejak tahun 2021. Namun khusus Kota Bandung dengan kuota sebanyak 70 siswa.

“Tahun ini kami sampaikan program ini untuk seluruh cabang. Buka program sekolah swasta peduli kaum duafa,” ujarnya. (R9/HR-Online/Editor-Dadang)