Senin, Agustus 8, 2022
BerandaBerita BisnisSaham Pilihan Berbasis ESG Semakin Berpotensi di Pasar Indonesia

Saham Pilihan Berbasis ESG Semakin Berpotensi di Pasar Indonesia

Saham pilihan berbasis ESG patut Anda pertimbangkan. Apalagi aspek ESG memiliki daya tawar yang lebih tinggi.

Kegiatan investasi terhadap saham cukup banyak, bahkan selalu berpotensi menarik.

Hal ini membuat investasi berbasis ESG menjadi populer hingga saat ini. ESG (environment, social, and good governance) membuat prospek sederet saham masih layak untuk investor pertimbangkan.

Sebuah perusahan harus memperhatikan aspek ESG tersebut. Misalnya Corporate Social Responsibility (CSR), penerapan energi baru terbarukan (EBT), dan pemberdayaan masyarakat.

Saham ESG memiliki daya tawar yang lebih tinggi daripada emiten lainnya. Hal ini terjadi karena pentingnya aspek ESG perusahaan menjadi lebih baik.

Saham pilihan berbasis ESG kini cukup direkomendasikan. Mengingat jika potensi yang berkelanjutan ini berpengaruh terhadap perusahaan.

Baca Juga: Sah Saham Emiten Media Terbaik di Indonesia, Ini Rekomendasinya

Saham Pilihan Berbasis ESG di Indonesia

Ada beberapa perusahaan yang menerapkan aspek ESG. Hal ini karena perusahaan tersebut semakin menjanjikan dengan adanya hal tersebut.

Apalagi tuntutan akan keberlanjutan dari sisi lingkungan dan sosial. Misalnya yaitu perusahaan Maybank Sekuritas yang menerapkan aspek ESG. Sehingga potensi investor meliriknya akan jauh lebih besar.

Jika membandingkannya dengan perusahaan yang tidak menerapkan aspek ESG, potensi ini memiliki dukungan terhadap kebijakan taksonomi hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, program pemerintah juga mampu memberikan peluang investasi berbasis ESG di Indonesia. Misalnya mobil listrik yang beberapa tahun ke depan memiliki 2 juta unit dan menurut prediksi akan terus tumbuh.

Pada saat yang sama investasi baterai pun juga ikut masuk. Dari sinilah saham pilihan berbasis ESG semakin diperhitungkan.

Baca Juga: Saham Masuk Watchlist Bursa Memiliki Kriteria yang Sudah Ditentukan

Taksonomi Hijau

Sebenarnya banyak cara yang bisa investor lakukan dalam menjalankan investasi. Taksonomi hijau menjadi langkah besar dari OJK dan menjadi paduan baku bagi seluruh pelaku pasar modal serta jasa keuangan.

Sehingga penerapan dan kriteria ESG bisa dilakukan secara terukur. Saham pilihan berbasis ESG, selain proyek manufaktur ada proyek lainnya yang berbasis pendanaan hijau.

Keduanya menjadi salah satu investasi yang cukup menarik para investor.

Saat ini porsi green financing baru mencapai 5%. Total pendanaan tersebut berada di kawasan ASEAN.

Permintaan terhadap proyek berkelanjutan ini memiliki prinsip ESG yang semakin tinggi. Hal inilah yang menjadi peluang perusahaan Indonesia untuk ikut dalam persaingan.

Selain masih terus hits, investasi berbasis ESG juga menjadi trend dan berfokuskan untuk generasi muda saat ini.

Adanya penerapan investasi ESG dapat Anda lihat dari emiten dan skor informasi publik pada laporan berkala. Jika sebuah perusahaan melakukan penerapan ESG bagus, biasanya dengan bangga akan mengungkapkan hal yang sama.

Baca Juga: Alasan Membeli Saham yang Dilakukan Investor Ternyata Ini Faktanya

Namun berbeda bagi perusahaan yang reporting ESG kurang bagus, bisa Anda pertanyakan alasannya. Adanya penerapan saham pilihan berbasis ESG kini termasuk yang cukup menjanjikan.

Hal ini dapat Anda lihat dari beberapa aspek masa pemulihan perekonomian Indonesia. Porsi pendanaan hijau di Indonesia justru lebih besar jika berbanding dengan konvensional. (R10/HR-Online)