Minggu, Juni 4, 2023
BerandaBerita CiamisCerita Mitos Sumber Mata Air Cibatu di Cipaku Ciamis, Dihuni Makhluk Halus...

Cerita Mitos Sumber Mata Air Cibatu di Cipaku Ciamis, Dihuni Makhluk Halus yang Jahil

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Sumber mata air Cibatu yang berada di wilayah Dusun Desawetan, Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kental dengan cerita mitos.

Berdasarkan cerita yang turun-temurun, konon penghuni sumber mata air tersebut adalah makhluk halus bernama Ki Ardayim.

Kartiwan (70), warga Dusun Desawetan, Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, menuturkan, cerita mitos tentang penghuni sumber mata air Cibatu bernama Ki Ardayim memang masih kental di masyarakat.

“Menurut cerita yang beredar dari mulut ke mulut, Ki Ardayim itu merupakan seorang kakek tua berkepala gundul dan berjenggot panjang. Ia merupakan makhluk halus yang suka jahil. Barangsiapa yang sedang hajatan tidak memberikan sesajen. Maka masakan yang sedang dimasak tidak akan matang atau membusuk,” tutur Kartiwan, saat ditemui HR Online di rumahnya, Minggu (24/07/2022).

Baca Juga : Cerita Mistis Dibalik Sejumlah Kecelakaan di Tanjakan Cibeka Ciamis

Lebih lanjut ia mengatakan, Ki Ardayim terkadang masuk ke raga manusia, sehingga orang yang kerasukan mengaku sebagai Ki Ardayim.

Orang yang kerasukan biasanya minta dihargai layaknya manusia, dan minta diantarkan sesajen ke tempat yang dianggap sebagai tempatnya.

“Sesajen yang ia minta selain harus ada cerutu, kopi dan nasi congcot. Juga harus ada bakar ikan mas berwarna merah,” kata Kartiwan.

Terpisah, Kepala Desa Ciakar, Kamil Hasan membenarkan tentang adanya mitos sumber mata air Cibatu tersebut.

Namun, seiring dengan kemajuan zaman, mengenai keharusan memberi sesajen sudah tidak ada. Meski cerita adanya Ki Ardayim masih kuat.

Menurut Kamil, terlepas benar tidaknya mengenai keberadaan Ki Ardayim. Namun cerita mitos tersebut bisa saja terjadi sebagai upaya orang-orang terdahulu untuk menakut-nakuti.

Tujuannya agar sumber mata air Cibatu tidak ada yang merusaknya sehingga tetap terjaga dan terpelihara.

“Ya, benar tidaknya itu hanya cerita mitos. Kebenaran yang mutlak hanya Al-Quran. Terpenting, cerita mitos tersebut tidak menjadikan dangkalnya akidah,” pungkas Kamil Hasan. (Dji/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Cek berita dan artikel HarapanRakyat.com yang lain di Google News