Jumat, Desember 9, 2022
BerandaBerita BanjarDKP3 Kota Banjar Sebut Produksi Belimbing Madu Turun Karena Faktor Cuaca

DKP3 Kota Banjar Sebut Produksi Belimbing Madu Turun Karena Faktor Cuaca

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjar, Jawa Barat, merespon keluhan petani terkait produksi belimbing madu di wilayah Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, yang mengalami gagal panen.

Kepala DKP3 Kota Banjar Agus Kostaman, melalui Kabid. Pertanian, Maya Triwagiya mengatakan, apa yang dialami petani tersebut bukan gagal panen melainkan penurunan hasil produksi.

Menurutnya, dikatakan gagal panen ketika tidak ada buah yang dihasilkan. Tapi ini masih ada hasil produksi oleh petani di lokasi yang lain. Meskipun hasil produksi tersebut kurang maksimal.

“Kalau gagal panen itu tidak berproduksi sama sekali dan untuk lokasi yang lain masih menghasilkan produksi buah. Meskipun ada penurunan,” kata Maya kepada HR Online, Selasa (26/07/2022).

Lebih lanjut ia menjelaskan, menurunnya hasil produksi buah belimbing tersebut karena faktor cuaca musim hujan yang terjadi sekarang ini. Bakal buah yang masih dalam proses bunga banyak yang rontok.

Oleh sebab itu, hasil produksi petani pun jadi menurun kurang lebih antara 15-20 persen. Suplai barang untuk memenuhi permintaan pasar juga sedikit terganggu karena kurangnya persediaan barang.

Baca Juga : Hasil Panen Padi Turun, DKP3 Kota Banjar; Tidak Masuk Kategori Puso

Upaya DKP3 Tingkatkan Hasil Produksi Belimbing Madu

Untuk meningkatkan hasil produksi dan antisipasi serangan hama, pihaknya memberikan masukan dan pembinaan. Untuk pembinaannya melalui petugas pengendali organisme tumbuhan (POPT) di lapangan.

“Faktornya karena perubahan iklim yang lumayan ekstrim. Sehingga produksi belimbing madu menurun kurang lebih 15-20 persen. Sampai saat ini permintaan pasar juga belum bisa terpenuhi,” jelasnya.

Maya menyebutkan, saat ini untuk luas lahan garapan kawasan agrowisata belimbing madu mencapai 11 hektar. Terbagi di dua lokasi, yaitu Desa Waringinsari 10 hektar dan Desa Langensari seluas 1 hektar.

Berdasarkan data tahun 2021, hasil produksinya mencapai 147,5 ton. Sedangkan pada tahun ini, dari data triwulan pertama tahun 2022, untuk hasil produksi buah belimbing madu mencapai 38,2 ton.

“Kami harap ke depan komoditas ini bisa terus dikembangkan. Karena potensi dan kecocokan lahan belimbing madu ini cukup besar untuk sentra buah-buahan,” pungkasnya. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor-Eva)