Kamis, Agustus 11, 2022
BerandaBerita TerbaruJulukan Sa’ad bin Abi Waqqash Pemanah yang Doanya Tidak Tertolak

Julukan Sa’ad bin Abi Waqqash Pemanah yang Doanya Tidak Tertolak

Julukan Sa’ad bin Abi Waqqash sebagai sahabat Nabi SAW, tahukah Anda mengapa Sa’ad mendapatkan julukan tersebut?

Ternyata masih sedikit yang mengetahui kisah dari sahabat nabi yang satu ini. Banyak dari umat muslim yang hanya familiar dengan namanya, tetapi tidak mengetahui bagaimana kisah yang sebenarnya.

Perlu Anda ketahui bahwa 20 tahun setelah meninggalnya Rasulullah SAW, Utsman bin Affan mengirimkan sebuah delegasi guna menyebarkan agama Islam ke Tiongkok.

Pada saat itulah Sa’ad bin Abi Waqqash menjalankan tugas dari Utsman tersebut dengan baik. Hal itu tercermin saat kaisar Gaozong yang merupakan penguasa Dinasti Tang menerima Sa’ad bin Abi Waqqash dengan baik.

Tetapi sebenarnya, sahabat nabi yang satu ini juga merupakan kerabat dari Baginda Nabi.

Lebih tepatnya dari jalur ibunya, yakni Aminah. Oleh sebab itu, Baginda Nabi sendiri sering memanggil dengan paman.

Pada awalnya, ia memeluk agama Islam saat usianya masih 17 tahun. Kerabat sekaligus sahabat nabi ini juga sudah dijanjikan akan menjadi penghuni surga.

Meskipun merupakan kerabat nabi, tapi saat ia memutuskan untuk memeluk agama Islam itu juga bukan suatu hal yang mudah baginya.

Sebab, ibunya sendiri menolak jika anaknya akan masuk Islam. Penolakan tersebut dilakukan dengan cara aksi mogok makan dan minum.

Kendati demikian, Sa’ad tetap sabar menghadapi ibunya demi agama Islam. Hingga pada akhirnya sang ibu juga luluh.

Itulah salah satu keteladanan dari kerabat nabi yang bisa kita contoh. Sebab, dengan sabar semuanya akan membuahkan hasil memuaskan.

baca juga: Sahabat Nabi yang Termasuk Khulafaur Rasyidin, Siapa Saja?

Julukan Sa’ad bin Abi Waqqash Kerabat Nabi SAW

Paman Nabi Muhammad SAW tersebut merupakan orang yang lahir pada tahun 1595 Masehi. Seringkali Sa’ad bin Abi Waqqash itu mengenalkan diri sebagai orang ketiga yang memeluk agama Islam dan pertama yang melepaskan anak panah untuk jalan Allah.

Hal tersebut ternyata juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Rasulullah SAW. Hal yang demikian itu juga terbukti ketika Rasulullah menyebutnya, “Ia adalah pamanku. Perlihatkanlah kepadaku paman kalian”.

Apakah itu merupakan julukan Sa’ad bin Abi waqqash? Ketahuilah setelah ia masuk Islam, ternyata paman yang juga sekaligus sahabat Rasulullah tersebut mengabdi untuk agama Islam.

Paman yang satu ini juga terkenal sebagai sosok yang berani bertarung. Salah satu julukan yang sudah ia dapatkan adalah sebagai sosok pemanah yang doanya itu selalu terkabul.

Apalagi ia juga berperan dalam menaklukkan Irak serta membebaskan kota Persia.

baca juga: Sahabat Nabi yang Dijuluki Singa Allah Gagah Berani Melawan Abu Jahal

Tak Pernah Tertolak Doanya

Bukan hanya itu saja hal-hal yang berkaitan dengan sahabat Nabi Muhammad yang satu ini. Sebab, Sa’ad juga merupakan seorang yang doanya itu tidak pernah Allah tolak.

Karena memang Baginda Nabi pernah mendoakannya. Dia memohon kepada Allah supaya senantiasa mengabulkan doa-doa dari Sa’ad.

Pada intinya terdapat banyak keistimewaan yang ia miliki, menjadi suatu kebanggaan tersendiri.

Apabila penjelasan pertama mengatakan bahwa Sa’ad bin Abi Waqqash merupakan orang pertama yang melepaskan anak panah untuk agama Islam. Ternyata ia juga merupakan orang yang pertama kali terkena anak panah.

Tak hanya itu saja, tetapi lemparan anak panah dari sahabat nabi yang satu ini selalu tepat sasaran. Keistimewaan yang kedua adalah ia orang yang satu-satunya Baginda Nabi jamin dengan kedua orangtuanya. Bagaimana maksudnya?

Ketika Perang Uhud Rasulullah bersabda, panahlah wahai Sa’ad, ibu dan ayahku yang akan menjadi jaminan bagimu. Karena mempunyai kepandaian dalam memanah bahkan anak panahnya juga selalu tepat sasaran menyebabkan julukan Sa’ad bin Abi Waqqash adalah sang pemanah yang doanya selalu terkabul.

Meskipun pandai dalam memanah, tetapi tidak membuat ia sombong. Justru malah sebaliknya, ia selalu merasa takut kepada Allah yang menyebabkan sering menangis.

baca juga: Keteladanan Abu Dzar Al-Ghifari Sederhana, Sukses Dakwahkan Islam

Ksatria dalam Perang Uhud dan Badar

Pada dasarnya Sa’ad bin Abi Waqqash merupakan ksatria dalam Perang Badar dan juga Perang Uhud. Ia selalu melalui perang-perang tersebut bersama Baginda Nabi SAW.

Terlebih lagi salah satu keistimewaan dari paman nabi ini adalah mempunyai doa yang mustajab. Suatu hari ketika Sa’ad bin Abi Waqqash sedang sakit parah ingin membuktikan kepada para sahabat serta amanah dari Umar Bin Khattab dalam perang Qadisiyah.

Ia menjadikan rumah dan naik ke balkon supaya rumah tersebut menjadi sebuah markas Komando. Hingga pada akhirnya umat muslim memperoleh kemenangan, sehingga tentara Persia berguguran.

Sebagian dari tentara Persia tersebut ada yang melarikan diri. Hal tersebut membuat pasukan muslim mengejarnya sampai ke Nahawand kemudian Madain.

Kendati demikian, 2 tahun berturut-turut peperangan dengan skala kecil juga terus terjadi antara kaum muslimin dengan Persia.

Tetapi semua itu tidak menjadi halangan bagi sahabat nabi yang satu ini, karena pasukannya berhasil menaklukkan Madain.

Karena perjuangannya dalam membela agama Islam dengan cara berjuang di medan Perang Badar dan juga Perang Uhud, sekaligus menyebabkan julukan Sa’ad bin Abi Waqqash itu tidak hanya sebagai seseorang yang pandai memanah dan doanya juga mustajab. Melainkan ia juga mendapatkan gelar sebagai Amir Kufah. (Muhafid/R6/HR-Online)