Selasa, Agustus 16, 2022
BerandaBerita TerbaruKisah Alqomah dan Juraij Ahli Ibadah yang Durhaka Kepada Bundanya

Kisah Alqomah dan Juraij Ahli Ibadah yang Durhaka Kepada Bundanya

Kisah Alqomah dan Juraij ternyata memberikan kita banyak pelajaran. Tahukah Anda siapa itu Alqomah dan Juraij?

Perlu untuk anda ketahui bahwasannya Alqomah itu merupakan salah satu sahabat nabi yang taat terhadap ajaran Islam. Bahkan ia tidak pernah lalai untuk melaksanakan sholat.

Entah itu untuk sholat fardhu ataupun sholat sunnah. Tidak hanya itu saja, tetapi sahabat nabi yang satu ini juga rajin menjalankan amalan puasa serta sedekah yang tidak pernah ia lewatkan.

Kenapa kisah Alqomah juga menjadi salah satu pengetahuan penting untuk kita dan generasi selanjutnya? Ketahuilah, meskipun ia merupakan sahabat nabi yang taat dalam menjalankan ibadah, tetapi ada satu hal yang ia sepelekan.

Padahal tanpa adanya jasa tersebut Alqomah justru tidak akan dilahirkan di dunia. Bahkan bukan tidak mungkin pula, jika apa yang sudah Alqomah dapatkan sekarang ini tidak akan pernah tercapai.

Dari sedikit penggalan tersebut, apakah Anda sudah bisa menyimpulkan?

Bagaimana? Apakah anda sudah pernah mendengarkan kisah Alqomah yang mempunyai teladan untuk kehidupan kaum milenial sekarang?

Tidak hanya Alqomah saja yang kisahnya bisa kita jadikan pelajaran. Tetapi ada juga Juraij, yang mempunyai kisah hampir sama dengan sahabat nabi tersebut.

Perbedaan yaitu terletak pada sebabnya saja. Penasaran bukan bagaimana?

Untuk menambah ilmu pengetahuan serta wawasan dalam agama Islam langsung saja simak penjelasan lengkapnya seperti berikut ini.

baca juga: Putra Nabi Yakub, Ini Kisah dan Hikmah yang Bisa Kita Petik!

Kisah Alqomah dan Juraij yang Menjadi Pelajaran

Dikisahkan bahwa Alqomah merupakan sahabat nabi yang taat dalam agama. Namun Suatu hari ia mengalami sakit keras.

Hal tersebut menyebabkan istrinya mengirimkan utusan kepada Rasulullah SAW untuk memberitahukan kepada ia mengenai keadaan sang suami.

Setelah mengetahui akan hal tersebut, kemudian Rasulullah SAW mengutus Ammar bin Yasir, Shuhaib Ar-rumi, dan Bilal bin Rabah.

Tujuan pengutusan 3 sahabat tersebut untuk mentalqin Alqomah yakni mengucapkan kalimat lailahaillallah. Berangkatlah mereka.

Tapi sesampainya di rumah Alqomah. Justru sahabat nabi tersebut kesulitan mengucapkan kalimat La Ilaha Illallah.

Kenyataan yang dialami oleh Bilal dan kedua sahabatnya tersebut membuat mereka Langsung melaporkan kejadian yang sebenarnya kepada Nabi SAW.

Setelah mendapatkan laporan dari Bilal, kemudian Rasulullah bertanya, “Apakah Alqomah itu masih mempunyai kedua orang tua?”

Lantas ada yang menjawab, “Ada Wahai Rasulullah. Alqomah itu masih mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua.”

Singkat cerita Rasulullah bertanya kepada sang ibunda. Sebenarnya bagaimana anakmu itu? Sang ibunda menjawab anakku itu baik dan taat terhadap agama Allah. Tapi aku tidak menyukainya.

Karena ia terlalu mementingkan istrinya daripada aku yang sudah melahirkannya. Tapi tidak berhenti di situ saja kisah Alqomah dan Juraij.

Rasulullah SAW memberikan penjelasan kepada sang ibunda kalau ia akan membakar anaknya. Sebagai seorang ibu pastinya ia juga tidak mau jika hal tersebut terjadi langsung di depan matanya.

Maka Rasulullah SAW memberikan solusi, bahwa sang ibunda harus memberikan ridho kepada anaknya tersebut. Supaya dapat membaca kalimat lailahaillallah sebelum wafat.

baca juga: Kisah Rasulullah di Gua Hira, Tempat Mendapatkan Perintah Membaca

Juraij dan Ibunya

Bukan hanya kisah Alqomah saja yang bisa kita ambil hikmah dan teladan. Pasalnya masih ada kisah Juraij, yang mana kisahnya juga hampir sama dengan kisah sahabat nabi tersebut.

Sehingga Alqomah dan Juraij itu merupakan dua orang anak yang tidak berbakti kepada ibunya. Ketika Alqomah lebih memberatkan istrinya daripada ibunya yang sudah mengandung, melahirkan, dan menyusuinya.

Tetapi Juraij, ia malah memberatkan sholatnya daripada perintah dari ibunya. Lantas bagaimana, bukankah ibadah itu juga penting?

Tapi berbakti kepada kedua orang tua terlebih itu ibu juga menjadi kewajiban bagi setiap anak. Bagaimana kisah Juraij yang sebenarnya?

Ketahuilah ketika Juraij sedang melaksanakan sholat, ibunya memanggil. Tetapi ia tidak merespon ibunya sehingga membuat ibunya jengkel dan mendoakan yang tidak baik kepada anaknya.

Sang ibu mendoakan anaknya tersebut, “Ya Allah janganlah engkau wafatkan anakku sebelum engkau mempertemukan ia dengan seorang perempuan tuna susila.”

Ternyata Allah mengabulkan doa ibunda Juraij. Meskipun kita merupakan orang yang beragama, tetapi tidak boleh melukai perasaan orang tua terlebih ibu kita.

baca juga: Kisah Nabi Luth dan Kaum Sodom yang Menyimpang dari Ajaran Islam

Durhaka

Pada intinya kisah Alqomah dan Juraij itu merupakan anak yang durhaka kepada ibunya. Padahal dalam agama Islam juga menjelaskan bahwa surga itu terletak di bawah telapak kaki ibu.

Alqomah yang lebih condong kepada istrinya sehingga tidak memperdulikan lagi ibunya. Sedangkan Juraij yang lebih mementingkan ibadahnya daripada memenuhi panggilan atau perintah ibunya.

Sebagaimana yang terdapat dalam Al Quran surat Al-Isra ayat 23. Sehingga kisah Alqomah dan Juraij memberikan kita banyak pelajaran bahwa sebagai seorang anak laki-laki yang sudah berkeluarga atau pun belum kita tidak boleh menyepelekan perintah dari Ibu. Ingat, doa ibu itu pasti diijabah oleh Allah SWT. (Muhafid/R6/HR-Online)